ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Abaikan Kerumunan, Kapolsek Walantaka Dicopot

Kapolsek Walantaka

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/12/2020). Dianggap abaikan kerumunan para penonton yang menyaksikan final pertandingan sepak bola antar kampung (tarkam) Kerbau Cup, di Lapangan Cibogo, Serang pada Rabu (02/12/2020) kemarin, Kapolsek Walantaka, AKP Kasmuri terpaksa harus meninggalkan jabatannya sebagai pimpinan polisi di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kapolres Serang Kota, AKBP Yunus Hadit Pranoto menyampaikan jika posisi AKP Kasmuri langsung digantikan oleh Wakapolsek Serang AKP Sudibyo.

“Tentunya ini menjadi bahan pelajaran dan evaluasi bagi kita dan berharap tidak terjadi lagi. Di masa pandemi tetap terapkan protokol kesehatan, agar masyarakat semakin disiplin. Izin keramaian kita tidak mengeluarkan,” kata Yunus, dalam keterangannya di Mapolres Serang Kota, usai serah terima jabatan Kapolsek Walantaka, Kamis (03/12/2020)

Saat ini AKP Kasmuri berpindah posisi menjadi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pengendalian Operasi (Dal Ops) Polres Serang Kota.

Yunus menyebut pergantian Kapolsek Walantaka merupakan keputusan tegas dari Mapolda Banten yang mengacu pada hasil evaluasi kinerja jajarannya.

“Mutasi kapolsek, tentunya ini kewenangan Polda dan kebijakan pimpinan, kami hanya melaksanakan tugas, bisa kepada siapa saja dan kapan saja. Kemungkinan ada pertimbangan, keputusannya ada di Polda, ada evaluasi kinerja,” jelasnya.

Kronologi Jabatan Kapolsek di Copot

Kapolsek Walantaka terpilih, AKP Sudibyo berjanji akan melaksanakan tugas sebaik mungkin melalui pembenahan dari penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 di Walantaka.

Menurut AKP Sudibyo jika pergantian posisi di Kapolsek Walantaka salah satunya karena adanya kerumunan massa saat pelaksanaan final sepak bola Kerbau Cup di Cibogo.

“Saya belum begitu jelas, mungkin karena ada pertandingan sepak bola yang menyebabkan pengerahan massa dalam jumlah banyak. Kita akan berkomunikasi dengan camat, danramil, semoga Kecamatan Walantaka bisa aman, lancar dan kondusif,” kata Kapolsek Walantaka, AKP Sudibyo, dalam keterangannya, Kamis (03/12/2020).

Kasus Kerumunan

Pihak kepolisian juga saat ini masih memproses kerumunan tersebut dengan meminta keterangan dari para penyelenggara, selain mencopot Kapolsek.

Dimasa mendatang pihaknya tidak akan mengeluarkan izin terkait pelaksanaan acara yang mengundang keramaian seperti sepak bola dan lainnya.

Sebagaimana diketahui dari flyer yang beredar, sebelumnya, pertandingan sepak bola tersebut terbuka untuk umum dengan biaya pendaftaran sebesar Rp800 ribu. Masa pendaftaran berlangsung sejak 7 hingga 24 September 2020 lalu dan pertandingan dimulai 27 September 2020 dengan hadiah utama satu ekor kerbau.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Nasabah AJB Bumiputera Menuntut Manajemen Membayar Klaim yang Jatuh Tempo

Read Next

Tenaga Harian Lepas Sukoharjo Pertanyakan Alasan Pemberhentian Sepihak