ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
19 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Polemik Adzan Seruan Jihad, Mulai Banyak Tokoh Menolak Hingga Ramai Diperbincangkan Netizen

Kapolda Metro Ultimatum Pelaku Kasus Video Azan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/12/2020). Jusuf Kalla dalam rapat virtual dengan seluruh pengurus DMI di Indonesia, dan juga pemuda-remaja masjid, dari Kantor DMI di Jakarta, Selasa (01/12/2020) dengan tegas menolak seruan jihad yang dilakukan sekelompok orang di masjid.

Pasalnya adzan di masjid dengan menambahkan seruan untuk berjihad adalah kekeliruan yang harus diluruskan.

“Azan hayya alal jihad itu keliru, harus diluruskan. DMI menyatakan secara resmi menolak hal-hal seperti itu. Masjid jangan dijadikan tempat untuk kegiatan yang menganjurkan pertentangan,” kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla.

Sebagai informasi, telah beredar video yang merekam sekelompok orang di masjid melafazkan adzan dengan tambahan kata jihad. Video tersebut menimbulkan keresahan lantaran masjid jadi tempat ajakan berjihad.

Menurut Ketua DMI, pengertian jihad jangan dijadikan seruan untuk membunuh, membom, atau saling mematikan.

Sebab jihad mengajak membunuh seperti kejadian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah merupakan pelanggaran yang luar biasa yang harus dihukum oleh negara.

Namun Jusuf Kalla menjelaskan, jihad tidak selamanya bermakna negatif karena menuntut ilmu atau berdakwa juga bisa diartikan berjihad. Sehingga kalau mau berjihad, dapat dilakukan dalam menuntut ilmu atau berdakwah.

Wakil Sekjen MUI KH Manan Abdul Ghani menyampaikan, jihad bermakna melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu dia menganjurkan ajakan jihad untuk kebaikan yang bermanfaat bagi banyak orang.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Masdar Masudi menuturkan bahwa mengubah adzan dengan ajakan jihad tidak dapat dibenarkan. Namun menurut dia, jihad tidak selamanya terkait dengan perang, namun bisa jihad untuk memerangi kemiskinan.

Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin tak lupa mengingatkan kepada semua pengurus DMI dan pemuda masjid agar tetap mewaspadai masalah keamanan. Dia juga mengingatkan banyaknya hoaks yang beredar, sehingga pengurus jangan mudah terpengaruh, tetapi harus mengonfirmasi dan meluruskan.

Pada kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga mengingatkan agar para pengurus DMI tetap mempertahankan kedisiplinan dalam menghadapi penyebaran Corona Virus. Sebab hingga saat ini, masjid sudah melaksanakan salat lima waktu secara berjemaah.

Jusuf Kalla juga meminta pengurus masjid agar tetap menjaga netralitas masjid dalam Pilkada serentak yang akan belangsung 9 Desember 2020.

“Meskipun pilihan umat berbeda, namun tetap satu sebagai jemaah dalam satu masjid,” katanya.

“DMI sejak awal sudah memastikan masjid tidak bisa dijadikan tempat kampanye, sesuai dengan prinsip DMI dan undang-undang. Kita harus menjaga masjid, tidak boleh membawa masalah perbedaan pilihan ke masjid,” kata Jusuf Kalla.

Selain banyak tokoh yang menolak adzan seruan jihad, video yang merekam itu juga ramai diperbincangkan netizen di sosial media seperti Twitter.

“Itu sudah melenceng jauuuuh Itu sama aja menghina udahan,” tulis @SintaElvhee2_.

“Sejak kapan adzan berubah seperti itu, semakin kesini semakin gila , agama malah dibuat mainan,” tulis @Rosequ7.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pembelajaran Tatap Muka

Read Next

Yayy!, WIFI Gratis di Seluruh Halte Transjakarta