ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
25 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kumpulan Ucapan Hari Aids Sedunia

Kumpulan Ucapan Hari Aids Sedunia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/12/2020). Tidak ada salahnya saling berbagi ucapan hari aids sedunia, pasalnya hari ini tanggal 1 Desember bertepatan dengan peringatan Hari HIV/AIDS di seluruh dunia.

Berikut kumpulan ucapan hari aids sedunia yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

Ucapan hari aids sedunia dari tokoh terkenal

It’s not the years in your life that count. It’s the life in your years.”

Abraham Lincoln

Terjemahan: Bukan tahun-tahun dalam hidupmu yang dihitung. Itu adalah kehidupan di tahun-tahunmu.

It is never too late to give up our prejudices.”

Henry David Thoreau

Terjemahan: Tidak ada kata terlambat untuk melepaskan prasangka kita.

Dare to reach out your hand into the darkness, to pull another hand into the light.”

Norman B. Rice

Terjemahan: Berani mengulurkan tanganmu ke dalam kegelapan, untuk menarik tangan lain ke dalam terang.

The most important thing in illness is never to lose heart.”

Nikolai Lenin

Terjemahan: Hal terpenting dalam penyakit adalah jangan pernah putus asa.

Promise me you’ll always remember: You’re braver than you believe and stronger than you seem, and smarter than you think.”

A. A. Milne

Terjemahan: Berjanjilah, kamu akan selalu ingat: Kamu lebih berani dari yang kamu yakini dan lebih kuat dari yang kamu kira, dan lebih pintar dari yang kamu kira.

Every action of our lives touches on some chord that will vibrate in eternity.”

Edwin Hubbel Chapin


Terjemahan: Setiap tindakan dalam hidup kita bersentuhan dengan nada yang akan bergetar dalam keabadian.

AIDS is the biggest challenge, the major disaster facing this country and we would have wished for something more specific and far-reaching.

Mangosuthu Buthelezi

Terjemahan: AIDS adalah tantangan terbesar, bencana besar yang dihadapi negara ini dan kami mengharapkan sesuatu yang lebih spesifik dan menjangkau lebih jauh.

We need to band together as a unit every day, especially to conquer the strength of the AIDS virus.”

Dustin Hoffman

Terjemahan: Kita perlu bersatu sebagai satu kesatuan setiap hari, terutama untuk menaklukkan kekuatan virus AIDS.

People with HIV and AIDS are nothing to be afraid of. They are people just like every single one of us, and each has a story to tell. These people should be helped, embraced, and not dismissed. We need to open our hearts and our minds to them, and we just may learn we’re pretty much all the same.”

Lisa Lampanelli

Terjemahan: Orang dengan HIV dan AIDS tidak perlu ditakuti. Mereka adalah orang-orang seperti kita semua, dan masing-masing memiliki kisah untuk diceritakan. Orang-orang ini harus dibantu, dipeluk, dan tidak diberhentikan. Kita perlu membuka hati dan pikiran kita kepada mereka, dan kita mungkin belajar bahwa kita semua sama.

We cannot live only for ourselves.  A thousand fibers connect us with our fellow men.

Herman Melville

Terjemahan: Kita tidak bisa hidup hanya untuk diri kita sendiri. Seribu serat menghubungkan kita dengan sesama manusia.

AIDS obliges people to think of sex as having, possibly, the direst consequences: suicide. Or murder.

Susan Sontag

Terjemahan: AIDS mengharuskan orang untuk berpikir bahwa seks memiliki, kemungkinan, konsekuensi yang paling buruk: bunuh diri. Atau pembunuhan.

Never, never, never give up.” 

Winston Churchill

Terjemahan: Jangan, jangan pernah menyerah.

“Once you choose hope, anything’s possible.”

Christopher Reeve

Terjemahan: Sekali Anda memilih harapan, segalanya mungkin.

HIV does not make people dangerous to know, so you can shake their hands and give them a hug: Heaven knows they need it.

Princess Diana

Terjemahan: HIV tidak membuat orang berbahaya untuk diketahui, jadi kamu dapat menjabat tangan mereka dan memeluk mereka: Surga tahu mereka membutuhkannya.

It is bad enough that people are dying of AIDS, but no one should die of ignorance.”

Elizabeth Taylor

Terjemahan: Sudah cukup buruk bahwa orang sekarat karena AIDS, tetapi tidak ada yang mati karena ketidaktahuan.

Give a child love, laughter and peace, not AIDS.”

Nelson Mandela

Terjemahan: Berikan cinta, tawa dan kedamaian pada anak, bukan AIDS.

If you judge people, you have no time to love them.” 

Mother Teresa

Terjemahan: Jika kamu menghakimi orang, kamu tidak punya waktu untuk mencintai mereka.

AIDS itself is subject to incredible stigma.” 

Bill Gates

Terjemahan: AIDS sendiri tunduk pada stigma yang luar biasa.

Let us give publicity to H.I.V./AIDS and not hide it, because the only way to make it appear like a normal illness like TB, like cancer, is always to come out and say somebody has died because of H.I.V./AIDS, and people will stop regarding it as something extraordinary.”

Nelson Mandela

Terjemahan: Mari kita gaungkan HIV/AIDS dan tidak menyembunyikannya, karena satu-satunya cara untuk membuatnya tampak seperti penyakit normal seperti TBC, seperti kanker, adalah selalu menyuarakan dan mengatakan seseorang telah meninggal karena HIV/AIDS, dan orang akan berhenti menganggapnya sebagai sesuatu yang luar biasa.

We live in a completely independent world, which simply means we cannot escape each other. How we respond to AIDS depends, in part, on whether we understand this interdependence. It is not someone else’s problem. This is everybody’s problem.”

Bill Clinton

Terjemahan: Kita hidup di dunia yang benar-benar mandiri, yang berarti kita tidak bisa lepas satu sama lain. Bagaimana kita menanggapi AIDS bergantung, sebagian, pada apakah kita memahami saling ketergantungan ini. Ini bukan masalah orang lain. Ini adalah masalah semua orang.

Tahukah Anda, biasanya pegiat kampanye HIV/AIDS meminta masyarakat untuk memakai pita merah di dada sebagai simbol kepedulian untuk mengenang pasien yang meninggal akibat terinfeksi virus HIV/AIDS.

Latar belakang simbol pita merah

Menurut laman worldaidsday, dua belas seniman berkumpul di sebuah galeri di East Village New York para 1991 atau satu dekade setelah munculnya virus HIV. Mereka bertemu untuk membahas proyek baru AIDS Visual, organisasi seni kesadaran HIV di New York.

Di tempat itu, mereka menemukan apa yang akan menjadi salah satu simbol paling dikenal dalam dekade ini: pita merah. Pita merah ipakai untuk menandakan kesadaran dan dukungan bagi orang yang hidup dengan HIV.

Waktu itu, virus HIV sangat distigmatisasi. Komunitas hidup dengan HIV sebagian besar masih tersembunyi. Para seniman ingin menciptakan ekspresi visual kasih sayang untuk orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Para seniman mengambil inspirasi dari pita kuning yang diikat di pohon untuk menunjukkan dukungan bagi pertempuran militer AS dalam Perang Teluk.

Tidak hanya itu, mereka memutuskan bahwa lingkaran elegan dari bentuk pita mudah dibuat dan ditiru.

Pada masa-masa awal, para seniman membuat pita sendiri dan mendistribusikannya ke berbagai galeri seni dan teater di New York. Awalnya, mereka menyertakan beberapa teks untuk menjelaskan signifikansi pita, tetapi saat pita menjadi lebih terkenal. Namun, hal itu tidak lagi diperlukan.

Dalam beberapa minggu, pita merah bisa dilihat di tempat-tempat terkenal, bahkan ajang karpet merah (Red Carpet) penghargaan bergengsi Oscar.

Simbol pita merah diulas oleh di halaman depan koran media ternama dan menjadi diakui secara universal. Puncaknya, lebih dari 100 ribu pita merah disematkan di dada masyarakat dalam acara konser tribut untuk vokalis band Queen, Freddie Mercury.

Freddie Mercury Tribute Concert yang diadakan di Stadion Wembley London pada Minggu Paskah 1992. Salah satu musisi yang mengisi acara tersebut, yakni George Michael ikut memakainya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Selasa 1 Desember 2020

Read Next

Terduga Teroris Penerus Dr Azhari Ditangkap Densus 88