ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
24 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Ahli Ungkap Cara Meningkatkan Kualitas Tidur Anda

Ahli Ungkap Cara Meningkatkan Kualitas Tidur Anda

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/12/2020). Menurut sebuah studi baru oleh para ilmuwan dari Universitas Tsukuba di Jepang, mikroflora usus dapat memengaruhi kualitas tidur. Dimungkinkan untuk menormalkan komposisi bakteri usus, dan, akibatnya, tidur, dengan bantuan diet yang benar dan seimbang.

Untuk mengetahuinya, para ahli melakukan percobaan sederhana pada tikus. Hewan-hewan itu dibagi menjadi dua kelompok, salah satunya adalah kontrol, dan yang lainnya selama empat minggu mengonsumsi koktail antibiotik yang kuat, yang hampir sepenuhnya menghilangkan bakteri usus percobaan. Kedua kelompok mendapat makanan yang sama.

Hasil percobaan yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports menunjukkan perbedaan yang signifikan antara metabolit (zat yang terbentuk di usus akibat pemecahan makanan) mencit dengan mikrobiota habis dan hewan dari kelompok kontrol.

Tikus yang diberi antibiotik kekurangan sekitar 60 jenis metabolit. Salah satunya terkait dengan pelepasan neurotransmitter serotonin (tikus tidak bisa lagi membuat serotonin dari triptofan), yang dapat mengganggu siklus tidur-bangun. Selain itu, tim menemukan bahwa tikus dengan mikroflora usus yang habis kekurangan metabolisme vitamin B6, juga terlibat dalam sintesis serotonin.

Para peneliti kemudian menganalisis pola tidur tikus dengan merekam aktivitas otak mereka menggunakan EEG (electroencephalography). Ditemukan bahwa hewan dengan kekurangan mikroflora usus mengalami gangguan pada fase tidur lambat dan REM, yang menurut para ilmuwan kemungkinan besar disebabkan oleh kekurangan serotonin.

“Kami telah menemukan bahwa kerusakan mikroflora merampas serotonin tubuh, yang kadarnya dapat mempengaruhi siklus tidur-bangun. Jadi, mengubah komposisi mikroba usus Anda dengan memperbaiki pola makan Anda dapat membantu mereka yang memiliki masalah tidur,” kata Profesor Masashi Yanagisawa, kepala kelompok penelitian.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Yayy!, WIFI Gratis di Seluruh Halte Transjakarta

Read Next

Kini Penambang Bisa Olah Emas Tanpa Merkuri