ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Beli Tramadol, Tiga Pemuda Justru Diperas Polisi Gadungan

Terlibat Investasi Bodong, Peserta Ajang Pencarian Bakat Ditangkap Polisi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (30/11/2020). Tiga pemuda menjadi korban pemerasan usai membeli obat tramadol.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari menyampaikan, korban pemerasan adalah MYA, (19), DIS (23) dan AM (24). Ketiganya ‘ditangkap’ polisi gadungan ini pada Kamis malam pekan lalu di Jalan Pahlawan, Bekasi Timur.

Polisi gadungan itu masing-masing bernama Hendra Hutajulu (26) dan Andi Winarto (22), mereka mengaku polisi dibekuk aparat Polsek Bekasi Timur, Kota Bekasi yang melakukan pemerasan terhadap tiga pemuda yang membeli obat tramadol.

“Korban sepulang membeli obat dipepet oleh dua orang laki-laki yang mengaku anggota Polri dan disuruh berhenti,” kata Erna, dalam keterangannya, Senin (30/11/2020).

Selain menginterogasi korban, salah satu di antaranya polisi gadungan itu menodongkan pistol, belakangan pistol itu merupakan korek api. Tersangka lalu membawa korban ke sebuah masjid di depan Kantor Polsek Bekasi Timur.

Di sana, tersangka menawarkan kasus pembelian obat diselesaikan di luar kantor polisi. Mereka meminta uang Rp 4 juta yang dibayar secara transfer. Korban meminta bantuan bosnya, namun ditolak. Alasanya ingin bertemu langsung.

“Setelah itu pelaku pergi dengan membawa ponsel korban, alasannya untuk pengembangan,” kata Erna.

Sementara itu, korban mencari ponselnya di kantor Polsek Bekasi Timur ternyata tidak ada. Karena itu, korban melaporkan aksi pemerasan tersebut. Polisi segera melakukan penyelidikan. Hasil pelacakan, diketahui tersangka berada di rumah kontrakannya di Rawalumbu.

“Pada hari Sabtu sekitar jam 00.30 WIB dilakukan penangkapan pelaku tersebut,” kata Erna.

Atas hasil pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita barang bukti berupa sebuah telepon genggam, dua tas slempang, borgol, lencana Polri, pistol korek api dan rompi hitam bertuliskan Polisi. Mereka dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan, ancaman penjara di atas empat tahun. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Keren! Anak SD Berani Lontarkan Pertanyaan Menohok ke Sri Mulyani

Read Next

Tes COVID-19 RT-PCR Benar Secara Ilmiah?, Puluhan Ribu Tenaga Medis dan Ilmuwan di Dunia Serukan Ahiri Pembatasan