ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Warga Inggris Memprotes Pembatasan Corona oleh Pemerintah

Warga Inggris Memprotes Pembatasan Corona oleh Pemerintah

Konfirmasitimes.com-Jakarta (29/11/2020). Ribuan pengunjuk rasa berbaris di ibu kota Inggris pada hari Sabtu (27/11/2020) meskipun ada peringatan kesehatan dan peringatan polisi terhadap pembatasan yang baru diberlakukan.

Demonstran berbaris di jalan-jalan Oxford setelah meneriakkan slogan menentang rencana pemerintah Boris Johnson untuk mencegah Covid-19,

Demonstrasi, yang semula dijadwalkan dimulai di stasiun kereta Kings Cross di pusat kota London, dipindahkan ke Hyde Park setelah polisi menangkap beberapa pengunjuk rasa. 

Pooyesh Standapyx, salah satu kordinatoraksi, mengeluarkan pernyataan yang mendesak para peserta untuk mengikuti demonstrasi sampai ahir, untuk mengikuti perkembangan dan perubahan program. Pernyataan tersebut juga meminta peserta untuk membawa alat-alat seperti peluit, terompet dan periuk untuk membuat keributan.

Polisi London mengeluarkan pernyataan sehari sebelumnya, mendesak orang untuk tidak ikut dalam demonstrasi, yang melanggar prinsip-prinsip kesehatan dimasa karantina. 

“Pemerintah telah memberlakukan peraturan kesehatan nasional yang ketat untuk mencegah penyebaran virus corona,” kata pernyataan itu. Artinya siapapun yang ikut demonstrasi akan ditindak sesuai dengan hukum.

“Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran virus ke berbagai bagian kota,” kata Stuart Bell, seorang perwira polisi senior Inggris.

Selama protes sabtu kemarin, dalam jumlah besar petugas polisi dikerahkan mencoba menghentikan para demonstran untuk terus berjalan di sepanjang jalan utama, tetapi para pejalan kaki dan jalan-jalan sekitarnya para demonstran melanjutkan gerakan protes Mydhnnd.

Langkah tersebut dilakukan seiring rencana pemerintah Boris Johnson untuk memberlakukan pembatasan baru terhadap penyebaran virus corona di berbagai wilayah negara itu setelah berakhirnya masa karantina nasional kedua.

Menurut rencana baru Kementerian Kesehatan Inggris, sebagian besar wilayah negara itu akan berada di atas tingkat pembatasan corona mulai 2 Desember.

Berbicara di House of Commons Kamis lalu, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock menjelaskan bahwa sekitar 21 distrik, termasuk Manchester, Birmingham, Newcastle, Leeds, Bristol dan Coventry, akan berada pada level tertinggi (Fase Tiga) dari pembatasan Corona.

Dengan cara ini, keluarga tidak akan dapat bertemu satu sama lain di dalam ruangan, semua wisma dan hotel akan ditutup dan warga tidak akan dapat meninggalkan rumah mereka kecuali benar-benar diperlukan.

RUU pembatasan baru akan diajukan ke parlemen minggu ini. Pemerintah mengatakan bahwa jika anggota parlemen tidak mendukung rencana tersebut, akan berisiko rumah sakit penuh sesak.

Tetapi beberapa anggota parlemen berpendapat bahwa daerah pemilihan mereka, sedang menghadapi masalah besar, meski menghadapi tingkat kecil infeksi virus corona. Sebab keputusan baru itu akan menyebabkan kerusakan ekonomi yang tidak perlu pada bisnis ditingkat lokal.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

PLN Perpanjang Program Diskon Tambah Daya untuk UMKM dan IKM hingga 31 Desember 2020

Read Next

The Global Times Mengkritik Bungkamnya Negara Barat Terkait Pembunuhan Sahid Fakhrizadeh