ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Jalan Rusak dan Puskesmas Jauh, Warga Meninggal diatas Tandu

Jalan Rusak dan Puskesmas Jauh, Warga Meninggal diatas Tandu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/11/2020). Sulitnya akses transportasi di Dusun Glak, Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, NTT, menuju ke tempat layanan kesehatan, membuat warga didusun itu meninggal diatas tandu, ditengah jalan.

Warga dusun itu diketahui bernama Sri Wahyuni Sapta Ningsi (37), ia menghembuskan nafas terakhirnya di tengah perjalanan menuju Puskesmas Mapitara, Kabupaten Sikka, Minggu (20/11/2020).

Penyebab Sri meninggal diduga karena lambatnya penanganan medis karena sulitnya akses transportasi.

Menurut informasi yang dihimpun, Piter Nenang, saudara kandung Sri, dalam keterangannya menyampaikan bahwa sebelum meninggal di atas tandu, Sri sempat memimpin ibadah Minggu lalu terjatuh dan tak sadarkan diri, tak lama warga langsung meminta mobil ambulans dari Puskesmas Mapitara.

Namun ambulans tak kunjung datang dan tidak jelas, memaksa warga menandu Sri menuju ke puskesmas terdekat.

“Pihak keluarga mengambil tindakan dengan membuat tandu untuk mengangkut saudari saya. Memang kondisi jalan yang menanjak dan buruk sekali dan juga musim hujan jadi kami tidak bisa tembus sampai ke puskesmas terdekat,” kata Piter Nenang, kepada media, Kamis (26/11/2020). 

Lebih lanjut, kata Piter Nenang, pihak keluarga tidak menyerah begitu saja. Mereka kembali menghubungi pihak Puskesmas Mapitara. Dan seorang dokter datang, lalu memeriksa kondisi Sri. Namun sayang, kala itu Sri sudah dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Piter Nenang, sebenarnya ada Poskesdes di Dusun Glak, yang lokasinya tidak jauh, namun tidak ada tenaga medis di tempat layanan kesehatan tersebut, selain juga peralatan medisnya tidak lengkap.

Pasca peristiwa itu, Piter Nenang mengharapkan, pemerintah Kabupaten Sikka bisa memperhatikan kondisi jalan, akses komunikasi, dan fasilitas kesehatan di kampungnya, sehingga peristiwa tersebut tidak terulang lagi.

Menurut keterangan yang disampaikan Kepala Puskesmas Mapitara, Laurensius Laro, sebenarnya di Dusun Glak ada Poskesdes, akan tetapi tenaga medis yang ditempatkan di desa tersebut belum bisa bekerja.

“Sampai dengan saat ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintahan desa sejak bulan Agustus. Kami cek progresnya bahwa mereka sudah membuat perencanaan di tahun 2021,” kata Laurensius.

Laurensius mengungkapkan Dusun Glak merupakan daerah yang sulit dijangkau karena minimnya akses jalan dan akses komunikasi.

Sementara itu, Kepala Desa Hale, Albertus Ruben dalam keterangannya membeberkan jika Sri dikenal sangat aktif di berbagai kegiatan baik kegiatan rohani maupun kegiatan pemerintahan. Sri juga merupakan salah satu kader Posyandu di Dusun Glak, Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Rais Aam PBNU Terpilih Jadi Ketua Umum MUI

Read Next

Indonesia, Joe Biden dan “Great Reset”