ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
23 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Dibatasi Empat Jam, Belajar Mengajar Tatap Muka di Depok

Respon PB PGRI Terhadap New Normal di Bidang Pendidikan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (27/11/2020). Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Kota Depok mulai mengizinkan belajar mengajar sekolah tatap muka di Januari 2021.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah ini menyusul keputusan pemerintah pusat mengenai pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021.

“Meskipun begitu kami juga tetap menyiapkan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) atau online, karena KBM tidak secara penuh dilakukan seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohammad Thamrin di Depok, dalam keterangannya.

Meski demikian, waktu belajar tatap muka dibatasi, maksimal selama empat jam dalam sehari pada saat kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Setelah selesai KBM (kegiatan belajar mengajar), ruangan tersebut harus disterilkan dengan penyemprotan disinfektan. Jumlah siswa dalam satu ruangan juga dibatasi maksimal 18 pelajar,” tuturnya.

Pihaknya tidak memperkenankan kegiatan belajar mengajar di sekolah di luar mata pelajaran pokok untuk meminimalkan risiko penularan covid-19.

Dengan begitu, kantin sekolah tidak akan dibuka dan para siswa diminta membawa bekal makanan sendiri.

Dinas Pendidikan juga meminta sekolah menyiapkan sarana prasarana pendukung penerapan protokol kesehatan.

“Seperti tempat cuci tangan portabel, alat pengukur suhu, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Termasuk, mempertimbangkan kesehatan para guru juga,” kata Mohammad Thamrin.

Wakil Ketua III Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok Sri Utomo mengatakan pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah harus dipersiapkan secara matang untuk mencegah munculnya klaster baru penularan virus corona.

Saat melaksanakan pembelajaran tatap muka, ia mengatakan, satuan pendidikan harus memastikan kerumunan tidak terjadi dengan membatasi jumlah peserta belajar dan mengatur waktu belajar.

“Tidak ada kegiatan ekstrakurikuler, setelah sekolah selesai murid-murid harus langsung pulang. Sekolah juga tidak membuka kantin, para pelajar menyiapkan bekal sendiri,” katanya.

Menurutnya dinas terkait juga mesti mempersiapkan pengaturan transportasi bagi siswa untuk meminimalkan risiko penularan virus corona dalam perjalanan dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Upacara Nangluk Merana Desa Adat Kuta

Read Next

Siap-siap, Sistem Gaji PNS Berubah