ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
17 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Menteri Ini Ngaku Kemiskinan di Indonesia Bertambah

Gawat!, Warga Miskin di Yogyakarta Diatas Rata-rata

Konfirmasitimes.com-Jakarta (26/11/2020). Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengklaim kenaikan angka kemiskinan di Indonesia terus bertambah karena covid-19.

“Seperti halnya yang terjadi di negara-negara lain, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sampai dengan kuartal ke III (2020) ini, pertumbuhan ekonomi kita masih minus 3,49 persen secara yoy, terpuruknya perekonomian tersebut juga memberikan dampak kepada tenaga kerja kita. Pemerintah mencatat pandemi ini memberikan 2,56 juta orang kehilangan pekerjaan,” kata Erick dalam acara Ekonomi Outlook 2020, (24/11/2020).

Erick menegaskan, Indonesia harus melakukan transformasi dan menjalankan strategi besar di sejumlah sektor. Baik ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, hingga di sektor lingkungan.

Menurut Erick, strategi itu diperlukan untuk melakukan lompatan-lompatan besar di tengah pandemi Covid-19 sekaligus mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara-negara lain di sektor strategis tersebut.

Karena itu diperlukan langkah transformasi dan strategis baik jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Di mana, strategi jangka pendek untuk survive, jangkah menengah untuk restart, dan jangka panjang untuk inovasi.

“Kita memerlukan strategi yang bersifat jangka pendek untuk survive, jangka menengah untuk restart, dan jangka panjang untuk inovasi. UU Ciptaker lahir untuk mendobrak stagnasi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.

Selain itu, tercatat lebih 1,8 juta orang mengalami penurunan pendapatan, karena itu, Erick menuturkan, akibat Covid-19 mau tidak mau, suka tidak suka akan berpotensi akan menaikan angka kemiskinan di Indonesia.

Walau begitu, Erick menyampaikan, pemerintah tidak menyerah dengan kondisi krisis yang terjadi saat ini. Justru, momentum krisis ini bisa dimanfaatkan menjadi peluang dan lompatan bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya.

“Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kadernya Terjerat Korupsi, Prabowo Didesak Mundur

Read Next

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Hari Ini, 26 November 2020