ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
27 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Bacaan Dzikir dan Amalan Sunnah Hari Jumat

Hukum Membaca Sayyidina, Bacaan Dzikir dan Amalan Sunnah Hari Jumat ,bacaan sujud tilawah, bacaan sujud sahwi, Panduan Lengkap Sholat Sunnah Tasbih: Niat, Tata Cara, Bacaan dan Keutamaan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (26/11/2020). Salah satu waktu manjur bagi terkabulnya doa adalah pada hari Jum’at atau hari yang berjuluk sayyidul ayyâm (rajanya hari) ini.

Dalam Bidâyatul Hidâyah, Imam Abu Hamid al-Ghazali menyebut hari Jumat sebagai hari raya kaum mukmin (‘îdul mu’minîn)—pernyataan ini selaras dengan hadits riwayat Imam Thabrani. Kemuliaan terhampar luas yang memang disediakan khusus oleh Allah untuk hamba-hamba-Nya. Jumat, lanjutnya, juga merupakan saat-saat tepat dan penting bagi umat untuk memanjatkan doa.

Imam al-Ghazali menganjurkan agar umat Islam mempersiapkan diri menyambut hari Jumat sejak hari Kamis, dimulai dengan mencuci baju, lalu memperbanyak membaca tasbih dan istighfar pada Kamis petang karena saat-saat tersebut sudah memasuki waktu keutamaan hari Jumat.

Selanjutnya, kata Imam al-Ghazali, berniatlah puasa hari Jumat sebagai rangkaian dari puasa tiga hari berturut-turut Kamis-Jumat-Sabtu, sebab ada larangan puasa khusus hari Jumat saja.

Memasuki waktu subuh hari Jumat, disunahkan (dianjurkan) melaksanakan mandi Jumat. Status amalan ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), dan wajib bagi seseorang yang malamnya mengalami “mimpi basah” atau bersebadan suami-istri yang membuatnya menanggung hadats besar.

Selepas mandi, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah soal pilihan pakaian. Menghias diri dengan pakaian serba putih adalah pilihan terbaik sebab merupakan pakaian yang paling dicintai Allah (ahabbuts tsiyâb ila-Lâh).

Disunahkan badan dalam kondisi benar-benar bersih dan harum dengan memotong kuku, sikat gigi, mencukur bulu, atau memakai wewangian. Selanjutnya, bersegeralah berangkat menuju masjid dengan penuh ketenangan.

Imam Al-Ghazali pun mengutip sebuah pernyataan, “Kedekatan manusia saat berjumpa Allah tergantung seberapa pagi ia bergegas menuju shalat Jumat.”

Bacaan Dzikir Setelah Shalat Jumat

Selepas mengikuti gerakan imam mulai dari takbiratul ihram hingga salam, jamaah tak dianjurkan langsung pergi begitu saja, kecuali bila ada urusan mendesak.

Menurut Imam al-Ghazali dalam Bidâyatul Hidâyah, selepas shalat, sebelum lisannya melontarkan apa pun, seseorang hendaknya merapalkan bacaan-bacaan berikut:

1. Surat al-Fatihah sebanyak tujuh kali

2. Surat al-Ikhlas sebanyak tujuh kali

3. Surat al-Falaq sebanyak tujuh kali

4. Surat an-Nas sebanyak sebanyak tujuh kali

Bacaan-bacaan tersebut, kata Imam al-Ghazali, akan menjadi benteng dan memelihara seseorang dari gangguan syaitan, mulai dari satu Jumat ke Jumat berikutnya. Selanjutnya baca doa berikut:

اَللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ

بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَطَاعَتِكَ عَنْ

مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allâhumma yâ ghaniyyu yâ hamîd, yâ mubdi’u wa yu‘îd, yâ rahîmu yâ wadûd. Aghninî bi halâlika ‘an harâmik, wa thâ‘atika ‘an ma‘shiyatik, wa bi fadhlika ‘an man siwâka.

Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Pencipta, Maha Kuasa Mengembalikan, Maha Penyayang, dan Maha Kasih. Cukupi aku dengan harta halal-Mu, bukan dengan yang haram. Isilah hari-hariku dengan taat kepada-Mu, bukan mendurhakai-Mu. Cukupi diriku dengan karunia-Mu, bukan selain-Mu.

Sesudah itu, sang Hujjatul Islam menyarakan kita untuk melaksanakan shalat dua rakaat atau enam rakaat (tiap dua rakaat salam) sebab Rasulullah pernah meriwayatkan tentang hal itu dalam berbagai kesempatan.

Imam al-Ghazali juga menganjurkan, usai shalat Jumat seseorang agar tetap berada di masjid hingga maghrib, atau setidak-tidaknya waktu ashar. Sebab sepanjang hari Jumat ada saat-saat mustajab yang dirahasiakan. Barangkali dengan tetap berada di masjid kita mendapati momen spesial itu pas ketika kita sedang khusyuk-khusyuknya, merendahkan diri kepada Allah.

Tentu saja selama di masjid tak disarankan kita bergabung di forum ngobrol atau majelis yang mubazir, kecuali forum keilmuan yang kian mendekatkan diri kita kepada Allah dan semakin menjauhkan ikatan hati kita kepada dunia.

Kata Imam al-Ghazali:

فكل علم لا يدعوك من الدنيا إلى الآخرة فالجهل أعود عليك منه

“Tiap ilmu yang tak mendorongmu menjauh dari (cinta) dunia, mendekatkan kepada (cinta) akhirat, bodoh atas ilmu itu lebih bagus daripada menguasainya.”

Panduan lengkap sholat wajib 5 waktu dan macam-macam sholat sunnah.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Detail Pertemuan Antara Bin Salman dan Netanyahu

Read Next

Erdogan, Kita Harus Lawan Fasisme Digital