ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Pengangguran Meningkat Menjadi 9,7 Juta Orang

Defisit APBN Mencapai Rp764 Triliun, Hutang Bertambah Rp958 Triliun

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/11/2020). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, jumlah pengangguran di Indonesia bertambah sebanyak 2,67 juta orang. Jumlah pengangguran naik dari 7,1 juta orang menjadi 9,77 juta orang atau dari 5,23 persen ke 7,07 persen.

“Tingkat pengangguran ini, kalau kita lihat tambahan pengangguran 2,67 juta orang,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Senada dengan Sri mulyani, sebelumnya BPS juga mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 sebesar 7,07%, meningkat 1,84% poin dibandingkan dengan Agustus 2019. Meningkat sebesar 2,67 juta orang. Secara total, pengangguran per Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang.

Selanjutnya, Sri Mulyani menjelaskan, selama periode Agustus 2019 hingga Agustus 2020 juga terdapat tambahan angkatan kerja baru yaitu 2,36 juta orang, serta penurunan lapangan kerja 0,31 juta.

Sri mengingatkan, jumlah pengangguran yang bertambah berimplikasi pada berkurangnya tingkat kesejahteraan masyarakat yang sebetulnya mencapai 10,69 persen.

“Jadi tentu ini akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan mereka. Ini tantangan yang harus kita selesaikan,” tegas Sri Mulyani.

Namun, dengan adanya bansos maka berkurang menjadi 9,69 persen.

“Adanya perlindungan sosial maka kita bisa menurunkan dampak buruk dari yang seharusnya 10,96 persen menjadi 9,69 persen. Ini lebih rendah 1,5 persen,” kata Sri Mulyani.

Menkeu Sri mulyani juga menerangkan tingkat kesejahteraan yang menurun juga tercermin dari banyaknya masyarakat yang saat ini beralih dari sektor formal ke informal. Yaitu, dari 44,12 persen turun ke 39,53 persen.

“Mereka kemudian menjadi pekerja di sektor informal sehingga pekerja di sektor informal naik dari 55,8 persen menjadi 60,4 persen,” jelas Sri Mulyani.

Indef Prediksi Pengangguran Melonjak Jadi 10,4 Juta Orang di 2021

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,8% atau sebanyak 10,4 juta jiwa pada 2021.

Terdapat beberapa hal penting yakni pengangguran tambahan sebesar 1,1 juta orang sebagai akibat Covid 19 serta sekitar 2,5 juta orang angkatan kerja baru yang tidak terserap dunia kerja.

“Sehingga tambahan pengangguran totalnya tahun 2021 sebesar 3,6 juta orang,” kata Tauhid di Jakarta, Senin (23/11/2020).

Menurut Tauhid, belum pulihnya industri domestik menyebabkan penyerapan tenaga kerja baru masih sangat terbatas. Industri akan cenderung mempekerjakan tenaga kerja yang sebelumnya dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya,” jelasnya.

Lalu, fexible working arrangement seperti bekerja dari rumah dan digitalisasi yang terjadi ketika masa pandemi akan membuat kebutuhan akan pekerja khususnya di sektor jasa berkurang.

“Peraturan Pemerintah mengenai Ketenagakerjaan terbaru sebagai peraturan teknis Undang-Undang 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja akan diterbitkan pada tahun depan memberikan indikasi akan terjadinya gelombang PHK,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekonomi Indonesia sudah menuju ke arah perbaikan. Meskipun masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan.

Menurut Airlangga, permasalahan ini perlu segera dibereskan dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, sehingga angka kemiskinan tidak akan bertambah lagi.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Korupsi Dana Desa, Kades Keroya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Read Next

Arab Saudi Bantah Pertemuan Mohammed Bin Salman dengan PM Israel