ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
21 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Penduduk Miskin Naik 28 Juta Jiwa

Ilustrasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/11/2020). Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad memprediksi, tingkat kemiskinan Indonesia pada 2021 akan mengalami kenaikan dan kembali berada di angka dobel digit.

Menurut perhitungan Indef, tingkat kemiskinan akan bertambah 10,5 persen di tahun 2021. Masyarakat miskin diproyeksi bertambah sekitar 1 juta jiwa, sehingga total masyarakat miskin diperkirakan mencapai 28,37 juta jiwa.

“Di 2021 kami melihat memang penduduk miskin jebol kembali di atas 2 digit sekitar 10,5%. Ini yang saya kira kita akhirnya kembali lagi ke periode awal Pak Presiden (Jokowi) penduduk miskin tembus lagi di atas 10%,” kata Tauhid dalam webinar bertajuk ‘Jalan Terjal Pemulihan Ekonomi’, Senin (23/11/2020).

Lanjut Tauhid, “Asumsinya, program pemulihan ekonomi nasional tidak cukup kuat menahan laju penurunan konsumsi masyarakat miskin dan rentan miskin,” jelas Tauhid.

Lebih lanjut, tingkat pengangguran juga akan semakin meningkat. Indef memprediksi, jumlah pengangguran akan bertambah 3,6 juta jiwa, menjadi 10,4 juta jiwa pada 2021 dengan persentase 7,8 persen dari 4,99 persen.

“Penambahan pengangguran tidak bisa dielakkan. Penganggurannya ada tambahan sekitar 3,6 juta jiwa, (jadi) 10,4 juta pengangguran orang yang terjadi 2021. Ada peningkatan angkatan kerja baru yang tidak terserap secara utuh kurang lebih 2,5 juta dan 1,1 juta sebagai akibat COVID yang masih tidak terserap sampai 2021,” jelasnya.

Rinciannya berasal dari 2,5 juta angkatan kerja baru yang tidak terserap optimal dan 1,1 juta angkatan kerja yang masih belum terserap akibat dampak Covid-19.

Sebelumnya, BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Agustus 2020 sebesar 7,07%, meningkat 1,84% poin dibandingkan dengan Agustus 2019. BPS menyatakan pengangguran meningkat sebesar 2,67 juta orang menganggur diakibatkan pandemi covid-19. Secara total, pengangguran per Agustus 2020 mencapai 9,77 juta orang.

Sebaliknya, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan justru mengklaim realisasi perlindungan sosial (perlinsos) dari program PEN akan menolong 3,43 juta orang dari kemiskinan. Bantuan untuk UMKM juga disebut menciptakan lahirnya orang baru dalam ber-usaha.

“Kalau melihat perlinsos yang sudah mencapai 82,4% tadi sebenarnya mampu menjaga konsumsi masyarakat miskin dan rentan miskin. Dari beberapa data yang ada, diperkirakan 3,43 juta orang akan terselamatkan dari kemiskinan karena program perlinsos ini,” kata Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN) BKF, Ubaidi Socheh Hamidi.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Potret Warga Miskin, Hasil Hutang Negara Mana?

Read Next

Korupsi Dana Desa, Kades Keroya Ditetapkan Sebagai Tersangka