ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
22 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Putin: Ada Masalah dalam Sistem Pemilu AS

Presiden Rusia Vladimir Putin

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/11/2020). Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi nasional Rusia pada hari Minggu: “Ini cukup jelas dan ini jelas bagi seluruh dunia, dan Amerika telah sampai pada kesimpulan bahwa ada masalah dalam sistem pemilihan AS dan itu harus diubah…”. 

Putin mengatakan bahwa rakyat, parlemen dan presiden Amerika Serikat harus mengatasi perubahan dalam sistem pemilihan negara AS.

“Jika mereka puas dengan situasi pemilihan di negara mereka, itu adalah masalah mereka sendiri,” lanjut Putin.

Sebagai salah satu kekurangan dalam pemilu AS, Putin merujuk pada sistem elektoral dalam pemilu presiden AS.

“Jika di suatu negara bagian di AS dalam pemilu presiden AS, salah satu dari dua kandidat memenangkan mayoritas suara elektoral di negara bagian tersebut. Itu diberikan padanya,” kata Putin.

“Sejauh ini dalam sejarah Amerika Serikat, seorang presiden telah terpilih tiga kali, yang dipilih dengan jumlah suara elektoral yang lebih besar dan para pemilih ini dipilih oleh sejumlah kecil pemilih,” tambah Putin.

Menurut Putin apakah sistem pemilihan seperti itu dikatakan sebagai demokrasi.

“Apakah ini demokrasi?,” kritik Putin.

Dia mencatat bahwa seorang presiden AS telah memberitahunya bahwa mereka terbiasa dengan sistem pemilihan negara mereka.

Putin menekankan bahwa proses pemilu AS tidak memungkinkan siapa pun di negara itu mengkritik kelemahan sistem politik negara lain, termasuk undang-undang pemilu negara lain.

“Rusia selalu menentang campur tangan dalam urusan internal tentang apa yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Rusia,” katanya.  

Rusia tidak terburu-buru untuk memberi selamat kepada calon presiden AS

Putin mencatat bahwa Rusia menghormati Presiden Trump dan Biden saat ini, dan tidak ada masalah bagi Rusia di sini.  

Presiden Rusia mencatat bahwa negaranya tidak terburu-buru untuk memberi selamat kepada pemenang pemilihan presiden AS, dan ucapan selamat kepada pemenang akan dimungkinkan setelah semua masalah hukum dalam pemilihan tersebut diselesaikan. Ketika berbicara tentang memberi selamat kepada negara lain, itu terserah mereka, dan semua politisi berpengalaman.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah Rusia siap bekerja sama dengan siapa saja yang memenangkan pemilu tersebut.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Seniman Jogja Sajikan Seni Visual

Read Next

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Hari Ini, 23 November 2020