Sektor Industri Terpuruk, Pengangguran di Tangerang Capai Lebih dari 97 Ribu Orang

Sektor Industri Terpuruk, Pengangguran di Tangerang Capai Lebih dari 97 Ribu Orang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/11/2020). Status pandemi covid-19 yang tak kunjung usai, membuat sektor industri di Tangerang makin terpuruk.

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang dan Badan Pusat Statistik, hingga periode Agustus 2020, sebanyak 97.344 orang di Kota Tangerang tercatat menjadi pengangguran dan tidak memiliki penghasilan lagi. Jumlah itu meningkat 18.303 dari periode Februari sebesar 79.041.

“Pengangguran di kota Tangerang meningkat karena di masa Pandemi ini perusahaan banyak yang terdampak banyak karyawan yang di PHK. Kemudian kelulusan SMA dan Perguruan tinggi tapi tidak diimbangi dengan jumlah perusahaan yang membuka lowongan kerja,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Ketengakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Wilopo Tetuko, dalam keterangannya kepada media.

Wilipo menuturkan, Kota Tangerangi kini menempati urutan terendah kedua di Provinsi Banten dimana pengangguran di Kota Tangerang menyumbang 8,63% pengangguran di Banten. Sementara yang terendah yakni Kota Tangerang Selatan dengan angka 8,48%.

“Data ini masih lebih baik ketimbang beberapa daerah di Banten yang angka penganggurannya tergolong tinggi. Dimana berdasarkan data sudah 74 perusahaan yang memutuskan PHK karyawan. Total karyawan yang di PHK mencapai 7511,” jelasnya,

Pemkot Tangerang sendiri hingga kini terus berupaya mengurangi angka pengangguran di Kota Tangerang dengan rutin menyelenggarakan bursa kerja meski melalui metode virtual.

“Kita terus berupaya mengurangi angka pengangguran dengan rutin menyelenggarakan bursa kerjar meski melalui metode virtual. Disnaker juga terus berupaya mencari informasi dan lowongan di beberapa perusahaan di Kota Tangerang melalui metode monitoring. Diharapkan dengan cara ini bisa menjembatani pekerja dan perusahaan,” terangnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Gawat!, Warga Miskin di Yogyakarta Diatas Rata-rata

Read Next

Resiko Cukai Rokok Naik, Pengangguran Terancam Melonjak Dua Kali Lipat, Tembus 18 Juta Orang