Sebanyak 10 Orang Pekerja Terkubur Di Tambang Sedalam 65 Meter

Konfirmasitimes.com-Jakarta (22/11/2020). Polres Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali menetapkan tersangka kasus tambang emas ilegal yang longsor menyebabkan 10 pekerja tambang terkubur sedalam 65 meter di Sungai Seribu, RT.06, Kelurahan Pangkut, Kabupaten Kobar, Kalteng.

Dalam keterangannya Kapolres Kobar, AKBP Devy Firmansyah, Minggu (22/11/2020) mengatakan bahwa tersangka RF (34) warga Tasikmalaya menjadi tersangka ke dua atas kepemilikan tanah dan pemodal tambang emas ilegal yang longsor pada hari Kamis (19/11/2020) sekitar 10.00 WIB menyebabkan 10 pekerja tambang terkubur, 3 diantaranya berhasil di evakuasi dalam keadaan meninggal dunia, sementara 7 pekerja lainnya masih terkubur dan masih proses evakuasi oleh Tim SAR Gabungan hingga saat ini.

“Modus operandi, tersangka selaku pemilik lahan dan modal dalam kegiatan pertambangan tanpa izin dengan hasil komoditas mineral logam berupa emas,” ujar Devy.

Devy meneruskan, tersangka RF memberikan modal kepada tersangka pertama yakni inisial H dalam kegiatan pertambangan tanpa izin untuk membeli peralatan dan kebutuhan sehari-hari para pekerja atau buruh tambang melalui D selaku orang kepercayaan tersangka.

“Kemudian tersangka H memberikan hasil berupa emas kepada D, kemudian hasil penjualan dikurangi biaya operasional dan bon para pekerja dan sisanya akan dibagi rata,” tandasnya.

Devy menerangkan, adapun barang bukti yang diamankan Surat Keterangan Tanah (SKT) atas nama tersangka RF, satu buku catatan keuangan, dan satu buku nota bertuliskan Salopa 2.

“Pasal yang disangkakan Pasal 158 Jo Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara atau Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUH Pidana dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda palinh banyak Rp 100 miliar,” tuturnya.

Devy menegaskan, saat ini Jajaran Polres Kobar bersama Brimob melakukan pengamanan barang bukti dan melakukan penyitaan barang bukti yang ada di lokasi tambang tersebut.

“Saya belum tahu untuk lokasi yang lain, yang beroperasi hanya itu saja, hari ini akan kita cek semua lokasi, selama berbau ilegal akan saya tutup, sudah jelas ilegal, tidak ada lagi aktivitas tambang,” pungkasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mengkultuskan Sebab Keturunan adalah Perbudakan Spiritual

Read Next

Bebas dari Hukuman Mati, TKI Didakwa Sihir Majikan