Sunnah Wudhu

sunnah wudhu, doa wudhu lengkap

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/11/2020). Dalam ber wudhu, kita perlu mengetahui apa saja sunnah wudhu. Wudhu ditinjau dari segi bahasa berarti bersih dan indah. Sedang menurut istilah syara’ adalah menggunakan air pada anggota badan tertentu yang diawali dengan niat.

Dalam Kitab Taqrib karya Imam Abu Syuja’ (wafat 593 H) disebutkan bahwa termasuk sunnah wudhu adalah membasuh kedua telapak tangan terlebih dahulu sebelum berwudhu. Dalilnya adalah hadis shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim:


عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إذا استيقظ أحدكم من منامه فلا يغمس يده في الإناء حتى يغسلها فإنه لا يدري أين باتت يده. رواه البخاري ومسلم.

Dari sahabat Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Jika salah satu dari kalian bangun dari tidur maka janganlah memasukkan kedua tangan ke dalam wadah air hingga dia mencucinya terlebih dahulu. Sebab dia tidak tahu dimana tangannya tadi malam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hal-hal yang disunnahkan Dalam Wudhu

1. Bersiwak (menggosok gigi) setelah mencuci kedua telapak tangan dan sebelum berkumur, termasuk sunnah wudhu yang bisa Anda kerjakan.

2. Selain itu, sunnah wudhu lainnya yakni, membaca Basmalah dibarengkan dengan mencuci kedua telapak tangan. Dan bila terlupakan bahkan sengaja meninggalkannya, disunahkan melakukannya di pertengahan wudhu dengan membaca:

sunnah wudhu

3. Melafadzkan niat serta melanggengkannya hingga wudhu usai.

4. Membasuh kedua telapak tangan.

5. Berkumur dan melakukan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung). Dan yang paling utama adalah melakukan dua hal ini dengan lebih dari sekedar memasukkan air saja. Yakni dengan cara berkumur hingga sampai ke bagian mulut paling belakang, rata ke segala sisi gigi dan gusi dengan dibantu ibu jari tangan kiri guna membersihkan kotoran. Dan juga dengan memasukkan air ke hidung dengan cara disedot pelan (jangan terlalu keras) hingga sampai janur hidung (al- haitsum), sekaligus disertai memasukkan jari tangan  kiri untuk membersihkan kotoran. Keutamaan ini berlaku bagi selain orang yang berpuasa.

6. Mengulangi sampai tiga kali dari setiap basuhan, usapan, gosokan, siwak, basmalah, dzikir wudhu, dan sebagainya.

7. Mengusap keseluruhan dari kepala dengan cara meletakkan dua jari telunjuk pada kepala bagian depan dengan ibu jari berada di pilingan (kepala bagian samping). Kemudian dua jari telunjuk dijalankan ke belakang hingga sampai tengkuk, dan kemudian di jalankan terbalik hingga kembali ke arah kepala bagian depan. Namun jika seseorang memakai tutup kepala dan tidak dicopot, maka cukup membasuh yang nampak kemudian dilanjutkan mengusap tutup kepalanya.

8. Mengusap seluruh bagian luar dan dalam kedua telinga. Dalam melakukan ini sunahnya dengan cara memasukkan kedua jari telunjuk tangan ke dalam lubang telinga dan melakukannya pada lekukan-lekukan telinga, sedangkan ibu jari dijalankan pada bagian luar telinga. Setelah itu kedua telapak tangan yang dalam keadaan basah dilekatkan pada kedua telinga.

9. Menyela-nyelai jari-jari tangan dengan memasukkan jari satu pada jari yang lain secara keseluruhan (tasybik). Dan juga pada jari-jari kaki dengan menggunakan jari kelingking tangan kiri, dimulai dari arah bawah jari kelingking kaki kanan dan seterusnya hingga sampai jari kelingking kaki kiri.

10. Melakukan berkesinambungan (al-muwalah), yakni membasuh anggota pada urutannya, sebelum keringnya anggota wudhu yang telah terbasuh sebelumnya.

11. Mendahulukan bagian kanan dari semua anggota wudhu.

12. Memanjangkan / melebarkan basuhan wajah hingga sampai pada lipatan leher (leher bagian atas)  dan sampai membasuh sebagian kepala bagian depan. Dan memanjangkan basuhan tangan sampai lengan bagian atas (batas pundak) serta basuhan kaki hingga sampai membasahi kedua betis.

13. Menjauhi dari meminta tolong dalam menuangkan air wudhu. Dan juga menghindari dari mengibaskan atau mengelap air wudhu.

14. Menggerakkan cincin yang dipakai, jika memang tanpa digerakkan air sudah bisa masuk ke bawahnya. Namun jika tanpa digerakkan belum bisa masuk, maka hukum menggerakkannya menjadi wajib.

15. Memulai basuhan wajah dari bagian atas dan memulai basuhan tangan serta kaki dari jari-jari.

16. Membasuh bagian pinggir mata, luar maupun dalam dengan menggunakan ibu jari, jika memang tidak terdapat kotoran di dalamnya, Namun jika ada, maka membasuh sekaligus menghilangkannya menjadi wajib.

17. Menghadap Qiblat.

18. Menggunakan air yang tidak kurang dari satu mud (setengah liter).

19. Tidak berbicara sewaktu wudhu, tidak membasuh leher (karena tidak disunatkan), tidak menepukkan air di wajah ketika membasuh.

20. Berdoa dengan menghadap qiblat setelahnya dengan doa wudhu :

Doa Setelah Wudhu

اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ

مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ

وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ

الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina, waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiina.

Artinya:”Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh”

Panduan lengkap sholat wajib 5 waktu dan macam-macam sholat sunnah.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Panglima Militer Lebanon Tegaskan Tidak Ada Kompromi dengan Israel

Read Next

KH Abdul Hamid Pasuruan yang Lemah Lembut