Duh! Pengangguran Lulusan SMK Jabar Capai 13 Persen

siswa smk

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/11/2020). Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tertantang untuk bisa mencapai target menurunkan tingkat pengangguran lulusan SMK di Jawa Barat menjadi di bawah 13 persen.

Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Wahyu Mijaya menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2019, tingkat pengangguran lulusan SMK pada level Jawa Barat sebesar 13%.

Angka tersebut lebih besar dibandingkan dengan tingkat pengangguran lulusan SMK pada level nasional sebesar 8%.

Pemprov Jabar mengharapkan, pada tahun-tahun kedepan bisa menurunkan tingkat pengangguran lulusan SMK di bawah tingkat pengangguran nasional.

Akan tetapi, target tersebut dianggap sulit direalisasikan pada saat pandemi Covid-19 sehingga penentuan target tahun ini disesuaikan kondisi di lapangan.

Walau begitu, sejumlah upaya tetap dilakukan guna menurunkan tingkat pengangguran lulusan SMK, seperti memfasilitasi kerja sama antara SMK dan industri.

Setidaknya 1.800 ribu SMK, dikatakan Wahyu, telah menjalin kerja sama dengan pihak industri. Bentuk kerja sama tergantung dari kejuruan masing-masing SMK. SMK yang memiliki kejuruan otomotif, menjalin kerja sama dengan perusahaan kendaraan bermotor.

Lalu, usaha yang lainnya untuk menurunkan pengangguran lulusan SMK yaitu memberikan sertifikat kompetensi bagi lulusan SMK. SMK juga didorong menggelar bursa kerja yang mempertemukan lulusan SMK dan pihak industri.

“Kami juga harap lulusan SMK kembangkan kompetensi masing-masing. Tingkatkan keterampilan dan karakter,” kata Wahyu dalam keterangannya saat acara bursa kerja daring di SMKN 2 Bandung, Sabtu (21/11/2020).

Sembilan perusahaan dan 2 lembaga pemagangan turut serta berpartisipasi dalam Bursa kerja itu. Rencananya, pelaksanaan bursa kerja dimulai Sabtu, 21 November 2020 hingga Jumat 27 November 2020.

Sementara itu, menurut keterangan Koordinator Kemitraan dan Penyelarasan SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Saryadi Guyatno, dia menilai, tantangan pendidikan vokasi kedepan semakin berat karena pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dia berharap, semua pihak berupaya sekuat mungkin untuk memajukan pendidikan vokasi.

Acara bursa kerja seperti yang dilakukan di SMKN 2 Bandung diharapkan tidak hanya memfasilitasi lulusan dengan perusahaan, tetapi juga menjadi media bagi sekolah untuk mendapat masukan dari pihak industri.

“Harapan (bursa kerja) bisa membuat jaringan antara SMK dan dunia kerja,” kata Saryadi.

Untuk menyelaraskan antara pendidikan dan dunia usaha, Kemendikbud pun mempunyai beberapa program, mulai dari penyelesaian kurikulum, meningkatkan kompetensi pendidik, hingga sertifikasi lulusan. Selain itu, mendatangkan guru tamu praktisi industri di SMK.

Kemitraan antara SMK dan dunia usaha harus bisa mendukung peningkatan kualitas pembelajaran yang berdampak pada kompetensi siswa. Selain itu, kemitraan antara SMK dan industri harus bisa mendukung penyerapan lulusan SMK di dunia industri.

Kepala Sekolah SMKN 2 Bandung Hasan Iskandar mengatakan, untuk mengupayakan penyerapan lulusan SMKN 2 oleh pihak industri, ada beberapa upaya yang dilakukan. Salah satunya, mengadakan bursa kerja daring dan membuat aplikasi “Pensil Juara” yang memfasilitasi lulusan SMKN 2 mendapat informasi lowongan pekerjaan. Aplikasi tersebut juga menjadi sarana pihak sekolah mengumpulkan data lulusan terkait pekerjaan yang diperoleh setelah lulus. 

SMKN 2 Bandung juga mengadakan program kelas industri. Dalam program itu, SMKN 2 Bandung bekerja sama dengan sebuah perusahaan dalam menyusun kurikulum belajar sehingga kompetensi siswa sesuai dengan kebutuhan industri. Kerja sama dua pihak tersebut juga memfasilitasi kegiatan magang bagi guru dan siswa serta rekrutmen kerja bagi siswa.

Bentuk usaha lainnya untuk meningkatkan daya serap lulusan kepada industri yakni dengan menerapkan budaya kerja atau industri. Program tersebut akan mulai diterapkan saat kegiatan belajar mengajar tatap muka diberlakukan kembali.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tanggapi Kritikan, Pangdam Jaya Ungkap Masyarakat FPI Ikut Bantu Copot Baliho HRS

Read Next

Potret Warga Miskin, Hasil Hutang Negara Kemana?