Ditunggu, Pemilik Uang Puluhan Juta yang Berserakan di Selokan Usai Banjir di Kecamatan Limpung

Ditunggu, Pemilik Uang Puluhan Juta yang Berserakan di Selokan Usai Banjir di Kecamatan Limpung

Konfirmasitimes.com-Jakarta (21/11/2020). Kepala Desa Plumbon Kecamatan Limpung, Agus Arjito, berinisiatif menanyakan ke kepala desa Tembok yang berada di hulu saluran irigasi, apakah ada laporan warga desa setempat yang kehilangan uang hanyut terbawa arus air di saluran irigasi. Namun sampai Jumat (20/11/2020) malam belum ada laporan.

“Tadi saya sudah konfirmasi ke desa sebelah, Karena aliran irigasi yang ditemukan uang sumbernya dari Desa Tembok. Tapi masyarakat tidak ada yang merasa ataupun melapor kehilangan uang,” terang Jito Jumat (20/11/2020).

Terkait hal tersebut, Kepala Desa Plumbon, Agus Arjito menjelaskan, volume air saluran irigasi cukup deras setelah diguyur hujan deras, Kamis (19/11/2020) malam. Kemudian pagi harinya, warga mulai menemukan uang yang berserakan di saluran irigasi. “Malamnya (Kamis) hujan lebat. Saluran air saluran irigasi juga cukup deras. Nah pada pagi harinya baru ditemukan uang di saluran irigasi tersebut,” jelasnya.

“Hingga sore hari ada sekitar 50 orang yang ikut mencari. Mereka menemukan uang kertas Rp50 ribu dan Rp100 ribu dengan total uang keseluruhannya mencapai Rp23 juta lebih,” tuturnya.

Agus arjito juga menceritakan ada sekitar 50 orang warga yang mencari dan mengumpulkan ceceran uang itu.

“Semuanya dalam kondisi basah kotor bercampur lumpur. Pecahan seratus ribuan dan lima puluh ribuan,” sambung Jito.

Sebelumnya, warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah dihebohkan dengan penemuan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu yang berserakan di saluran irigasi pascabanjir melanda wilayah itu. Setelah dikumpulkan dan dihitung ternyata jumlah uang itu disebut mencapai Rp 23 juta.

Uang itu ditemukan tepatnya di saluran irigasi yang terletak di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, pada Jumat (20/11) pagi. Pada malam sebelumnya, wilaya itu diguyur hujan lebat sehingga arus air di saluran irigasi itu juga sangat deras.

Uang di saluran irigasi tersebut pertama kali diketahui oleh petani bernama Nur Khamid. Nur Khamid saat itu berniat untuk membersihkan saluran irigasi usai dilanda banjir setelah hujan lebat. Saat membersihkan saluran irigasi inilah, dirinya mengaku menemukan uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu di saluran irigasi tersebut.

“Lagi bersih-bersih saluran irigasi. Saya melihat ada uang kertas Rp 100 ribu, terus ada lagi Rp 50 ribuan. Lalu saya bersih-bersih lagi ada Rp 100 ribu lagi. Kalau ditotal ada sekitar Rp 10 juta,” kata Nur Khamid.

Tidak hanya di saluran irigasi, uang yang berceceran juga berada di sawah dekat saluran tersebut.

“Ternyata di bawah ada banyak uang yang tercecer di jerami dekat sungai, karena ada teman yang melihat, mereka pun ikut mencari dan memberikan kabar ke tetangganya,” jelas Nur Khamid.

Jito ikut menambahkan, bahkan ada warga yang menemukan uang Rp 10 juta dalam satu ikatan. “Ada yang menemukan satu ikat pecahan seratus ribuan jumlah Rp 10 juta,” ungkap Jito.

Kapolsek Limpung AKP Yorisa Prabowo membenarkan kejadian itu dan mengaku belum ada laporan kehilangan dari warga.

“Sementara ini kita nunggu laporan (kehilangan uang) dan kita berharap pada warga yang menemukan uang agar tidak digunakan dulu,” kata Yorisa kepada wartawan, kemarin.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pembelajaran Tatap Muka, Pemerintah Daerah Miliki Kewenangan Penuh

Read Next

Tidak Ada Sekolah Tatap Muka, Pedagang Seragam Menjerit Omzet Turun Hingga 90 Persen