Syarat Sah atau Rukun Wudhu

rukun wudhu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/11/2020). Wudhu adalah mensucikan diri dari segala hadast kecil sesuai dengan aturan syariat Islam. Setiap muslim yang hendak melakukan ibadah shalat harus melakukan wudhu terlebih dahulu. Namun, wudhu juga mempunyai adab yang seyogyanya dipenuhi oleh setiap orang yang wudhu.

Wudhu yang baik itu adalah berwudhu yang sempurna. Wudhu yang sempurna itu bukan seberapa banyak menghabiskan air, tapi Wudhu yang sempurna itu seberapa bisa seseorang itu bisa tepat sasaran dalam membersihkan serta meratakan air kepada semua anggota Wudhu nya.

Untuk bisa berwudhu yang sempurna sebaiknya seseorang itu bisa menepati dan memakai cara berwudhu dan melaksanakan adab-adab berwudhu sebagaimana yang disampaikan oleh Imam al Ghazali.

Baca Juga: Sunnah Wudhu

Pertama, melakukan siwak. Sebagaimana pertakataan Imam al Ghazali, “Apabila kamu itu selesai ber-istinja’, maka janganlah meninggalkan bersiwak, karena dengannya dapat mensucikan mulut serta mendapatkan rido Allah SWT serta dibenci setan. Shalat dengan bersiwak itu lebih utama dibandingkan dengan 70 kali shalat tanpa siwak”.

Lebih lanjut, Imam al Ghazali menyampaikan adab berikutnya dalam berwudhu hendaknya menghadap kiblat, tempatnya ditinggikan sekiranya cipratan Air tidak mengenai anggota badan dari orang yang berwudhu, membaca basmalah, dan membasuh kedua tangan tiga kali sebelum dimasukkan ke dalam tempat berwudhunya. Selanjutnya berkumur-kumur, lalu menghisap air ke dalam hidung masing-masing sebanyak tiga kali.

Penting untuk diketahui, sebagaimana menurut Imam Al Ghazali, bahwa kesempurnaan berwudhu itu bukan dan tidak di ukur seberapa banyak menghabiskan air, namun secukupnya saja. Malah Imam Al Ghazali menegaskan:

“Jangan sekali-kali berbicara di tengah-tengah seseorang itu berwudhu. Jangan menambah membasuh anggota wudhu lebih dari tiga kali. Jangan memperbanyak menuangkan air di luar kebutuhan, sehingga terjerumus kedalam was-was, karena sifat was-was (mengulang-ulang gerakan yang sama dalam berwudhu dengan cara berlebih-lebihan, lebih dari tiga kali gerakan). Itu merupakan bagian dari permainan setan, yang bernama Wilhan”. (Selengkapnya, silahkan dibuka dan dibaca Kitab Bidayah al Hidayah karya Imam al Ghazali dalam bab wudhu).

Baca Juga: Makruh dan Sempurna Wudhu

Rukun-Rukun Wudhu

Berikut ini adalah tata cara, niat dan doa wudhu.

1. Niat.

Niat adalah menyengaja melakukan sesuatu bersamaan
dengan pekerjaan tersebut. Salah satu contoh lafadz niat
wudhu sebagai berikut

Nawaitul wudhuu’a liraf’il hadasil asghari fardhan lillahi ta’aala

Artinya: Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil, wajib atasku karna Allah SWT.

2. Membasuh wajah.

Batasan dari “membasuh” adalah hingga mengalirnya air di kulit.

Batasan wajah ada dua:

  • Panjang (dari atas ke bawah), yaitu mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai ujung dagu.
  • Lebar (dari kanan ke kiri), yaitu anggota wajah yang berada di antara dua telinga.

Sedangkan lubang hidung, bagian dalam mata dan mulut, tidak wajib dibasuh karena termasuk anggota batin.

3. Membasuh kedua tangan hingga siku.

Siku merupakan tempat bertemunya tulang lengan atas dan bawah. Termasuk anggota yang wajib dibasuh

adalah segala yang tumbuh pada permukaan anggota wajib, seperti bulu tangan dan kuku, meskipun panjang. Disamping itu, wajib pula membasuh sedikit anggota yang berada di atas siku, yakni anggota yang berada dilengan atas.

4. Mengusap sebagian kepala.

Yaitu membasahi sebagian kepala atau rambut kepala, meskipun hanya sehelai rambut yang masih berada pada batas-batas kepala. Bila rambut berada diluar batas kepala, maka tidak sah mengusapnya.

5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki.

Agar kaki dapat terbasuh dengan sempurna, maka sebagian betis harus ikut dibasuh, yakni bagian yang berada di atas mata kaki.

6. Tartib.

Yakni menjalankan rukun-rukun wudhu sesuai dengan urutannya, mulai dari niat sampai membasuh kaki.

Baca Juga: Doa Wudhu Lengkap

Doa wudhu

Doa Setelah Wudhu

اَشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ

مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ

وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ

الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj’alnii minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina, waj’alnii min ‘ibadikash shaalihiina.

Artinya:”Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shaleh”

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pengamat: Menteri Tidak Perlu Keluarkan Komentar Lucu

Read Next

Kepala Daerah Tak Serta Merta Bisa Diberhentikan