Pengamat: Menteri Tidak Perlu Keluarkan Komentar Lucu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/11/2020). Kepulangan Habib Rizieq Shihab di Indonesia, menurut pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, sebaiknya cukup para menteri yang komentar, presiden belum perlu.

Sebagaimana diketahui, kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia baru-baru ini menyita perhatian publik. Mulai dari penjemputan hingga pernikahan anaknya yang memicu kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19. Alhasil, beberapa kepala daerah harus diperiksa aparat kepolisian. Selain itu perwira TNI/Polri juga dimutasi besar-besaran.

“Kalau menurut saya sih enggak perlu ya. Karena kan sudah diatasi oleh aparat dan perangkat yang ada di bawah presiden. Menurut saya sih belum terlalu urgen presiden menyampaikan sesuatu,” kata Hendri, dalam keterangannya, Jumat (20/11/2020).

Menurut Hendri, jika presiden berkeinginan menyampaikan sesuatu cukup fokus terkait vaksin dan pelaksanaan protokol kesehatan.

“Menurut saya Presiden enggak usahlah. Kondisinya masih terkendali oleh aparat di bawahnya. Kalau Presiden mau komentar tentang update vaksin dan menaati protokol kesehatan. Tapi spesifik untuk kejadian ini dan menenangkan menurut saya belum perlu,” terangnya.

Hendri menyampaikan, persoalan terkait Habib Rizieq, cukup di jajaran menteri dengan catatan tidak membuat situasi panas seperti mengeluarkan komentar yang lucu.

“Cukup di tataran menteri, asal menterinya enggak kasih komentar yang lucu-lucu. Misalnya bisa memecat kepala daerah. Itu komentarnya bikin panas,” katanya.

Dia meminta agar para menteri fokus pada arahan Presiden Joko Widodo pada waktu pidato tahunan Agustus lalu.

“Yang pertama, tingkatkan komunikasi koordinasi. Yang kedua hukum tidak boleh tebang pilih. Komunikasi dan koordinasi itu yang lemah yang terlihat antara pusat dan daerah. Itu tidak boleh terjadi,” terangnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Hari Ini, Jumat 20 November 2020

Read Next

Syarat Sah atau Rukun Wudhu