Penerima Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro

Presiden Jokowi menyerahkan secara langsung bantuan modal kerja kepada 60 pelaku usaha mikro dan kecil dari DKI Jakarta di halaman Istana Merdeka (22/07/2020).

Konfirmasitimes.com-Jakarta (19/11/2020). Bantuan presiden (Banpres) produktif untuk usaha mikro (BPUM) senilai Rp2,4 juta melalui Kementerian Koperasi dan UMKM RI (Kemenkop UMKM) akan disalurkan sampai dengan akhir Desember 2020.

Saat ini proses pendaftaran Banpres Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) masih dibuka. Pendaftaran BPUM dapat dilakukan kepada lembaga pengusul sampai akhir November 2020.

Siapa yang berhak menerima Banpres Produktif untuk Usaha Mikro?

1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK)
3. Memiliki usaha mikro
4. Bukan ASN, TNI/POLRI, serta pegawai BUMN/BUMD
5. Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR.
6. Bagi pelaku usaha mikro yang memiliki KTP dan domisili usaha yang berbeda, dapat diusulkan oleh lembaga pengusul tempat domisili usaha.

Selanjutnya, pelaku usaha mikro melakukan pendaftaran kepada lembaga pengusul antara lain:

1. Dinas yang membidangi koperasi dan UKM Kab/Kota
2. Koperasi yang telah disahkan sebagai badan hukum
3. Kementerian atau lembaga
4. Perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK dan BLU yang mempunyai tugas melaksanakan dana bergulir kepada koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah.

Pelaku usaha mikro harus melengkapi data usulan kepada lembaga pengusul, antara lain:

1. Nomor Induk Kependudukan (NIK)
2. Nama lengkap
3. Alamat tempat tinggal sesuai KTP
4. Bidang usaha
5. Nomor telepon

Tidak semua usaha bisa disebut sebagai usaha mikro. Hanya usaha mikro yang bisa dapat bantuan Rp2,4 juta sekali cair ini. Berdasarkan UU No 20 tahun 2008, berikut kriteria yang termasuk golongan usaha mikro:

  • Memiliki kekayaan paling banyak Rp50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha: atau
  • Memiliki penghasilan penjualan tahunan paling banyak Rp300 juta
  • Selain persyaratan di atas tidak boleh mendapatkan banpres Produktif usahan mikro

Penerima BPUM akan diinformasikan melalui pesan singkat oleh bank penyalur. Setelah menerima SMS, calon penerima segera melakukan verifikasi ke bank penyalur yang sudah ditentukan agar dana tersebut dapat segera dicairkan.

Ada tiga bank yang ditunjuk sebagai bank penyalur yakni Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BNI Syariah. Bagi yang belum memiliki rekening, akan dibuatkan oleh bank penyalur yakni Bank BRI, Bank BNI, dan Bank BNI Syariah.

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengatakan perseroan mendapatkan penugasan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres). Hingga saat ini BNI telah menyalurkan Banpres kepada 4 juta penerima yang keseluruhannya merupakan nasabah Mekaar PNM.

Lantas, bagaimana jika penerima bantuan tidak memiliki rekening di bank tersebut?

Penerima bantuan yang tidak memiliki rekening akan dibuatkan rekening pada saat pencairan. Sis Apik menjelaskan BNI mengakuisisi nasabah baru dengan membukakan rekening bagi nasabah Mekaar yang belum mempunyai rekening BNI.

“Proses pembukaan rekening dilakukan secara kolektif serta tidak dikenakan biaya administrasi dan tanpa setoran awal. Masing-masing nasabah juga diberikan buku tabungan dan kartu ATM Mekaar,” terangnya kepada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Syarat Penerima BSU Kemdikbud

Read Next

Dibilang Pemborosan Anggaran, Perlukah Pimpinan KPK Punya Staf Khusus?