Di Gunungkidul, 80 Persen Sekolah Sudah Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Siswa sekolah dasar menggunakan masker

Siswa sekolah dasar menggunakan masker

Konfirmasitimes.com-Jakarta (19/11/2020). Kabupaten Gunungkidul, 80 persen sekolah jenjang SD-SMP dikabarkan sudah mulai melakukan kegiatan belajar tatap muka. Dan kegiatan belajar tatap muka tersebut sudah dilaksanakan sejak Oktober lalu meski sekolah tatap muka itu tetap dilakukan secara terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid dalam keterangannya menyampaikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul saat ini telah melakukan uji coba pertemuan berkala bagi siswa-siswi.

Pertemuan berkala di sekolah ini diharapkan mampu meretaskan masalah belajar siswa di rumah selama pandemi covid-19.

“Saat ini ada sekitar 80 persen sekolah yang sudah melakukan pertemuan berkala,” terangnya, Kamis (19/11/2020).

Dari jumlah tersebut, pihak sekolah diwajibkan selalu intens berkomunikasi dengan wali murid ataupun orang tua siswa. Di samping juga protokol kesehatan dan fasilitas penunjang seperti masker cadangan, sarana cuci tangan pengaturan jarak harus selalu diperhatikan oleh sekolah.Sejauh ini, lanjut Bahron, tidak ada penularan corona di lingkungan sekolah selama masa uji coba.

Sejauh ini, pihaknya menilai dari pihak sekolah, maupun siswa sangat patuh terhadap protokol kesehatan.”Kami memutuskan untuk melakukan pertemuan berkala ini juga karena banyak keluh kesah dari orang tua,” lanjut Bahron.

Sehingga sejauh ini, untuk solusi pembelajaran selama pandemi, Bahron mengizinkan kegiatan tatap muka dilaksanakan degan perioritas kelas paling akhir seperti kelas 6 maupun jelas 9. Selain kelas paling akhir, juga kelas paling kecil misalnya jelas 1 atau jelas 7.

“Sebagai solusi saja, jangan sampai ada siswa yang tidak kenal dengan guru ataupun kelasnya,” katanya.

Bahron menyebut, untuk skema tatap muka berkala ini sudah mendapatkan izin dari satuan Gugus Tugas di Kabupaten Gunungkidul. Ia meminta sebelum melaksanakan tatap muka berkala sekolah juga mengomunikasikan dengan tim gugus tugas di tingkat kapanewon.

“Kami juga meminta para pemangku kebijakan di sekolah selalu among kahanan, yang intinya seandainya ada siswa, guru, atau wali yang menjadi suspect, tatap muka berkala segera dihentikan,” tambah Bahron.

Bahron Rasyid menyampaikan ijin untuk menyelenggarakan kegiatan belajar tatap muka cukup sampai Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 tingkat kapanewon dan kabupaten. Di mana sekolah cukup mengajukan permohonan ke Satgas di masing-masing kapanewon saja. Nanti Satgas yang mengecek kesiapan protokol kesehatannya seperti apa.Jika memang dipastikan siap, maka Satgas di kapanewon akan memberikan rekomendasi.

Kebijakan tatap muka pun harus berdasarkan kesepakatan antara sekolah, pelajar, dan wali masing-masing. Jika nantinya ada kasus, maka aktivitas tatap muka akan dihentikan sampai situasi benar-benar kondusif kembali.

Menurut Bahron, sampai saat ini belum ada laporan kasus penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah sejak tatap muka diberlakukan.

“Tapi tentunya perlu koordinasi secara terus-menerus antara sekolah, pelajar, wali, serta Satgas terkait situasi yang ada. Intinya jangan nekat untuk tatap muka jika kondisinya tak memungkinkan,” kata Bahron.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajad Ruswandono menyebut kegiatan belajar tatap muka tersebut sudah berdasarkan rekomendasi dari Satgas tingkat kabupaten. Protokol kesehatan tetap wajib dijalankan karena itu bagian utama dari prosedurnya.

“Tatap muka kebanyakan dengan sistem jemput bola. Artinya guru lah yang mendatangi pelajar ke rumah untuk memberikan materi,” tuturnya.

Namun, jumlah pelajar dalam pertemuan tersebut dibatasi dan dibagi dalam beberapa sesi. Setidaknya dalam satu kelompok terdapat maksimal 10 pelajar untuk sekali pertemuan.

“Pertemuan pun hanya dilakukan selama 2-3 kali seminggu selama beberapa jam, sisanya tetap daring,” ujar Drajad.

Sebelumnya, Sri Sultan Hamenhkubuwono X meminta KBM tatap muka belum dilaksanakan. Sri Sultan meminta kegiatan tatap muka dilaksanakan bagi para mahasiswa terlebih dahulu.

“Intinya kami belum berani, kalaupun diizinkan ya harus mahasiswa dulu yang sudah dewasa,” tandas Sultan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Suku Bunga Acuan BI Turun, Rupiah Ditutup Melemah

Read Next

‘No Man’s Land’ Menggali Jauh ke Dalam Konflik Suriah