Pro Kontra Pernikahan Putri HRS, Dokter Tirta Sebut Pemprov DKI Tidak Adil

Dokter Tirta

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/11/2020). Dokter Tirta melalui instagram resminya mengungkapkan kekesalannya lewat sebuah video, terlihat dr Tirta marah besar.

dr Tirta menuding Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan BNPB sudah tebang pilih dan menerapkan standar ganda saat mengizinkan pesta pernikahan putri Rizieq Shihab yang disebut dihadiri 10 ribu tamu undangan itu.

Bahkan ia semakin kesal lantaran tahu bahwa BNPB justru memfasilitasi masker gratis bagi para tamu undangan dalam hajatan tersebut.

dr Tirta membandingkan dengan warga lain yang masih kesulitan mendapat masker dan para pengantin lain yang rela tak menggelar resepsi karena tak dapat izin.

“Please, saya tidak menyoroti pernikahan karena itu diajukan. Semua warga berhak melakukan resepsi kalau seperti itu. Kita melakukan resepsi saja dipersulit. Banyak EO Wedding tidak makan di sini,” kata dokter Tirta, dari video yang ia unggah di Instagram-nya.

“Tetapi ini yang kita tahu warga berhak mengajukan izin. Jelas Pak Rizieq berhak mengajukan izin,” kata Tirta.

Dalam video berdurasi 29 menit itu Dokter Tirta tak henti memprotes mengapa penerapan protokol kesehatan Covid-19 dilaksanakan secara tidak adil di Indonesia.

Dia berulang kali menyinggung pembagian masker kepada para tamu undangan pernikahan putri Habib Rizieq dan membandingkannya dengan para pengungsi erupsi Merapi yang menurutnya juga perlu perhatian dari BNPB.

“Seorang tokoh datang ke sini terus membuat kerumunan di bandara dihadiri ribuan orang. Terus kabarnya mau membuat pernikahan diikuti puluhan ribu, malah pernikahannya diberikan masker,” kata Tirta.

Ia pun menuding bahwa para pembuat kebijakan DKI Jakarta telah berlaku tidak adil dengan mengizinkan sebuah pernikahan yang dihadiri puluhan ribu massa.

“Di sini konsistensi dari DKI, konsistensi dari Gubernur DKI dan konsistensi dari BNPB, jika memang ada kerumunan dan ada razia masker, jangan tebang pilih!” tukas dokter Tirta.

Selain itu, pria yang sibuk menjadi relawan covid-19 ini juga merasa dikhianati lantaran perjuangannya selama ini mengedukasi masyarakat soal penerapan protokol kesehatan justru gagal diterapkan oleh pemangku kebijakan.

“Buka semuanya! Ngapain ada PSBB transisi jika memang ada tokoh publik yang memang massanya banyak kalian takut. Saya relawan 8 bulan bos!,” seru dokter Tirta.

Ia pun menantang para pembuat kebijakan untuk menetukan sikap tegas terkait penerapan protokol covid-19.

“Kalau memang standar ganda, ayo buka! Pilih salah satu. Mau los-losan (buka-bukaan) atau strict-strict-an? (ketat-ketatan),” kata dokter Tirta.

Tak hanya di situ, dokter Tirta juga mengungkit bagaimana perlakuan para Social Justice Warrior (SJW) yang mengkritisi soal demo Omnibus Law, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memproses ucapan Jerinx soal ‘kacung WHO’.

“Ke mana kalian sekarang?,” tanyanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Riau Tunda Pikades di 38 Desa

Read Next

Lapor Alami Kerugian, Saham Garuda Justru Meroket, Ada Apa?