ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
20 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

BLT Termin 2 Mulai Dicairkan, Bagaimana Jika Anda Belum Terima yang Termin 1?

Cek Bansos PKH Januari 2021 Disini, Gaji ke 13 Cair Hari Ini, Simak Faktanya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/11/2020). Pemerintah Indonesia kembali menyalurkan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) termin 2 untuk pekerja formal.

Perlu diketahui, penyaluran sudah dimulai sejak Senin, 9 November 2020, dan telah diproses di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

Akan tetapi, menurut keterangan yang di himpun, para pekerja yang tercatat sebagai penerima BLT atau BSU di termin 1 belum kunjung mendapatkan dana subsidi tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyampaikan, BLT atau BSU termin 2 tak disalurkan sekaligus.

“Bantuan ini disalurkan secara bertahap yakni termin 1 sebesar Rp1,2 juta pada September 2020 hingga Oktober 2020 dan termin 2 sebesar Rp1,2 juta pada November 2020 hingga Desember 2020,” kata Ida dalam keterangannya, Senin (09/11/2020).

Dalam proses pencairan, akan dilakukan verifikasi data serta proses transfer melalui bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Selanjutnya, barulah Himbara kemudian mentransfer ke rekening pekerja yang non-Himbara seperti BCA, CIMB Niaga, Danamon dan lainnya. Oleh karena itu, proses pencairan BLT atau BSU termin 2 untuk rekening bank non-Himbara lebih lambat beberapa hari.

Jumlah dana yang diberikan kepada pekerja/buruh penerima tetap sama sebesar Rp1,2 juta (Rp600 ribu per bulan). Mekanisme pencairan tetap mengikuti Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja/Buruh dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan dibagi per tahap (batch).

Menaker Ida mengatakan, pihaknya terus berupaya mempercepat proses penyaluran bantuan subsidi upah bagi para pekerja/buruh di termin 2 ini. “Kami upayakan dalam satu minggu bisa diproses 2 tahap (batch) langsung, sehingga dapat segera diterima teman-teman pekerja/buruh untuk membantu daya beli dan konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Anda bisa cek secara mandiri apakah nama terdaftar di BP Jamsostek atau tidak. Jika nama kalian ada, masih aktif membayar, dan bergaji di bawah Rp5 juta perbulan, ada kemungkinan mendapat BLT atau BSU termin 2.

Menurut laman resmi BP Jamsostek, berikut cara cek jaminan ketenagakerjaan untuk status kepesertaan:

1. Aplikasi BPJSTK Mobile

– Peserta harus mengunduh aplikasi BPJSTK Mobile di Android, iOS, dan Blackbery

– Setelah mengunduh, peserta harus melakukan registrasi terlbih dahulu untuk mendapatkan PIN

– Syarat registrasi di aplikasi BPJSTK Mobile antara lain nomor KPK (ada di kartu BP JAmsostek), NIK e-KTP, dan tanggal lahir, serta nama

– Setelah terdaftar dan login, peserta dapat mengetahui status kepesertaan BP Jamsostek

– Kemudian pilih di “Kartu Digital”

– Setelah muncult ampilan kartu digital BP Jamsostek, klik di tampilan trsebut, bagian bawah akan terlihat status kepesertaan BPJSTK (aktif atau tidak aktif)

2. Website sso.bpjsketenagakerjaan.go.id

-Masuk ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/

– Masukkan alamat e-mail di kolom user

– Masukkan kata sandi

– Setelah masuk, pilih menu layanan

Apabila belum terdaftar di laman tersebut, bisa melakukan registrasi dengan cara:

Masuk ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/

Pilih menu registrasi

Isi formulir sesuai dengan data nomor KPJ Aktif, nama, tanggal lahir, nomor e-KTP, nama ibu kandung, nomor ponsel, dan e-mail

Apabila berhasil, kalian akan dapat PIN

PIN dikirim melalui e-mail dan SMS dari nomor ponsel yang didaftarkan

3. Kirim SMS

Cara melalui SMS sebenarnya diperuntukkan untuk mengecek besaran saldo JHT. Pengecekan saldo JHT juga dapat digunakan sekaligus untuk mengetahui apakaah status kepesertaannya masih aktif atau tidak.

Ketik pada layar handphone: DAFTAR(spasi)SALDO#NomorKTP #NAMA#Tanggal lahir#Nomor peserta, kemudian kirim ke 2757

Untuk tanggal lahir, gunakan format dd-mm-yy.

4. Datang ke Kantor Cabang

Cara cek status kepesertaan yang paling tradisional adalah datang langsung ke kantor BP Jamsostek. PEserta juga harus membawa persyaratan untuk mengecek kepesertaan, yakni KTP dan Kartu Kepesertaan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Hari Ini 13 November, Untuk Wilayah Semarang dan Kediri

Read Next

Wacana Pergantian Nama Jawa Barat Menjadi Sunda, Apakah Anda Setuju?