ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
16 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Awas, Madu Palsu Beredar di Wilayah Ini

Gunakan madu-unsplash

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/11/2020). Di wilayah Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu 4 November 2020, Kepolisian Daerah Banten menggerebek pembuat madu palsu dan dilanjutkan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) satu minggu setelahnya, Selasa (10/11/2020).

Usai olah TKP, pelaku yang diketahui berinisial MS (47), diketahui merupakan pedagang mie ayam. Tanpa keahlian pasti, madu buatan MS berbahaya dikonsumsi.

Diketahui, saat olah TKP MS secara asal mencampurkan bahan-bahan yang berbahaya jika dikonsumsi. Terlebih bahan yang di campurkan berdasarkan selera, artinya tak ada hitungan matematika di dalamnya.

Kasubdit Indag 1 Kriminal Khusus Polda Banten, AKBP Doffie Pahlevi menjelaskan, bahwa pelaku mencampurkan fruktosa dan molases agar menyerupai madu. Bahan ini akan membuat madu palsu MS akan terlihat kental dan manis.

“Kentalnya sudah cukupkah. Itu semua mengira-ngira,” jelas Doffie, dalam keterangannya, Selasa (10/11/2020).

Sejumlah bukti baru ditemukan saat Subdit Indak Ditreskrimsus Polda Banten olah TKP industri madu palsu di salah satu rumah di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Ketika mengecek kandungan madu palsu tersebut, Doffie menjelaskan, bahwa tidak ditemukan kandungan enzim madu sama sekali. Hal itu terungkap setelah uji lab dilakukan sebelum penelusuran dilakukan.

“Ternyata hasilnya 0 enzim madu, tidak ada ditemukan enzim madu sama sekali,” tambahnya.

Doffie melanjutkan, terbongkarnya kasus ini bermula saat pihaknya menyelidiki sejumlah warga alami gejala muntah setelah mengkonsumsi madu.

Usut punya usut madu tersebut merupakan madu palsu milik AS (24), yang merupakan warga lebak.

Melalui undercover buy layaknya penangkapan narkoba, Kanit Indag Subdit 1 Polda Banten, AKP Andika Urrasyidin menelusuri hingga membawanya kembali ke Kembangan, Jakarta Barat.

Disitu ia menemukan pabrik yang dikelola MS dan karyawannya TM (35). Pabrik ini memproduksi madu dengan jumlah banyak.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mau Bisnis Tanaman Hias? Segini Modalnya

Read Next

Di Desa Tlogolele, Para Pengungsi Mengeluh Sakit