ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
16 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Kabar Baik! Kemendikbud Bakal Beri Bantuan Laptop Ke Sekolah

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/11/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menetapkan sejumlah kebijakan terkait Dana BOS dan Program Digitalisasi Sekolah di tahun 2021.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memastikan pada tahun 2021 pemerintah akan melanjutkan program digitalisasi sekolah.

Dalam keterangannya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengatakan bahwa sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), akan diprioritaskan menerima bantuan berupa laptop, proyektor, serta perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Program digitalisasi yang akan dimulai tahun depan telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo untuk dikerjakan bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Menurut Nadiem, Kemenkominfo dalam hal ini akan memenuhi kebutuhan jaringan internet di semua wilayah sasaran.

Sementara itu, Kemendikbud akan memastikan ada alat yang bisa digunakan di setiap sekolah.

“Jadi itu yang pasti akan kita dorong untuk tahun depan, digitalisasi sekolah,” kata Nadiem.

Tidak hanya terkait pengadaan alat elektronik, lanjut Mendikbud, pada program digitalisasi sekolah ini rencananya Kemendikbud akan membuat suatu platform di mana para guru bisa dengan mudah mengunduh kurikulum dan memilih kurikulum dalam bentuk modul-modul sehingga proses pembelajaran akan jauh lebih efisien.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri menjelaskan, untuk tahun depan anggaran untuk digitalisasi sekolah mencapai Rp 3 triliun.

Rencananya, kata Jumeri, setiap sekolah akan menerima 15 laptop dan satu access point.

Diterima di Perguruan Tinggi Negeri

Sementara itu, lebih dari 2.500 siswa dan guru berhasil menyelesaikan program Indonesia Learning Fellowship (ILF) dan Indonesia Teaching Fellowship (ITF).

Mereka mendapatkan beasiswa dan bimbingan selama satu tahun.

Program ini merupakan kolaborasi antara Persada Capital Investama, Adaro Foundation, dan Ruangguru.

Program ILF diikuti oleh 1.200 siswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 80 persen pesertaya sukses diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Sementara itu, program ITF melibatkan 1.500 guru di 10 kota/kabupaten untuk mengikuti pelatihan daring.

“Perjalanan pendidikan di Indonesia masih sangat panjang dan kami menyadari bahwa pemerintah kita tidak mungkin bekerja sendiri untuk merealisasikan hal ini tanpa bantuan swasta.

Hal ini baru langkah kecil yang bisa kami laksanakan dan kita tidak mewujudkan keajaiban pendidikan di Indonesia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Hati-hati, Peredaran Uang Palsu di Surabaya

Read Next

Ini Dia Sejumlah Manfaat Memelihara Kucing