ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
24 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Harga Nikel Naik Berkat Permintaan Mobil Listrik Semakin Banyak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/11/2020). Pemerintah terus mendorong penggunaan mobil listrik untuk menekan penggunaan bahan bakar berbasis fosil, yang dinilai tidak ramah lingkungan. Prospek yang bagus pada transportasi berbasis listrik diperkirakan juga bakal mengerek naiknya harga nikel yang menjadi bahan baku pembuatan baterai untuk kendaraan kendaraan listrik.

Dalam keterangannya Chief Eksekutif Officer (CEO) PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Alexander Barus, Jumat (06/11/2020) mengatakan bahwa pada lima tahun sebelumnya komoditas nikel belum menjadi primadona, namun sampai dengan tahun 2025 harga nikel bisa mencapai US$ 25.000 per metrik ton.

“Saya pekirakan 2025 itu bisa mencapai US$ 25.0000 per ton, 2030 bisa sampai mendekati US$ 30.000 per metrik ton,” ungkapnya kepada media.

Terus melonjaknya harga nikel ini seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan baterai untuk mobil listrik. Naiknya pertumbuhan dan populasi mobil listrik mau tidak mau akan meningkatkan permintaan pada nikel yang bakal tinggi ke depannya.

“Artinya apa, harga nikel ini akan terus menanjak kenapa seperti kita sampaikan dengan pertumbuhan permintaan baterai ini dengan pertumbuhan dan populasi mobil listrik,” jelasnya.

Permintaan yang terus meningkat pada nikel tidak diimbangi dengan meningkatnya pasokan. Alexander Barus mengatakan, nikel ke depan akan menjadi bagian dari ekonomi Indonesia yang perlu terus dijaga.

Indonesia, imbuhnya, menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan nikel besar di dunia.

“Sementara di sisi lain supply itu tidak banyak berubah dalam hal ini adalah permintaan jauh lebih tinggi percepatan pertumbuhannya dibandingkan dengan kecepatan pertumbuhan supply,” jelasnya.

Salah satu pemain besar mobil listrik dunia, Tesla, berencana membangun pabrik baterai di Indonesia. Pabrik baterai tersebut direncanakan bakal dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

Siapa sangka kabar rencana pembangunan pabrik oleh Tesla jadi perhatian produsen mobil dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Dilansir dari media, Selasa, (27/10/2020) dia mengatakan beredarnya pemberitaan mengenai Tesla, membuat salah satu perusahaan otomotif global menjadi lebih agresif untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia.

“Memang benar berita-berita yang beredar saja, saya mendengar ada satu perusahaan otomotif global juga yang kemudian menjadi lebih agresif untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia,” paparnya.

Kondisi kenaikan harga nikel ini seharusnya menjadikan Indonesia makin kaya ke depan. Bila potensi nikel benar-benar dikelola dengan baik, dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yunus Saefulhak, mengatakan cadangan terbukti nikel Indonesia saat ini mencapai 1,08 miliar ton dan ini hanya bisa bertahan hanya sekitar sembilan tahun.

Namun, cadangan terkira nikel Indonesia menurutnya mencapai 4,5 miliar ton dan ini cukup untuk diproduksi hingga 39 tahun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Punya Masalah Dalam Dunia Pekerjaan? Begini Cara Mengatasinya

Read Next

Suasana Hati Mudah Bad Mood? Tips Agar Kegiatanmu Lebih Bahagia