ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
17 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Perdana! Debat Publik Pilkada Solo Paslon Gibran vs BaJo

Konfirmasitimes.com-Jakarta (07/11/2020). Debat Publik perdana Pilkada Solo antara pasangan calon Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahono-FX Soepardjo (BaJo) berakhir antiklimaks pada Jumat malam (06/11/2020).

Gibran yang merupakan putra sulung Presiden Jokowi, memang menyampaikan sejumlah hal yang bisa dibilang solusi konkret. Akan tetapi, lawannya yakni BaJo hanya bicara di tataran umum.

Gibran mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan visi dan misi. Meski debat baru dibuka, Gibran sudah menggunakan intonasi yang lantang.

Pandemi Corona

Dalam keterangannya Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, Jumat (06/11/2020) mengatakan bahwa pihaknya menjanjikan sejumlah program untuk menanggulangi dampak pandemi virus corona di Solo dalam visi dan misinya tersebut. Salah satunya dengan restrukturisasi kredit bagi UMKM. Giran pun akan memberikan kelonggaran pembayaran pajak bagi UMKM yang terdampak pandemi.

“Kota Solo dan Indonesia, ini terdampak semua. Tatanan global terseret krisis. Perlu percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi!” tutur Gibran.

“Saya yakin, Solo bisa bangkit!” tambahnya.

Berbeda dengan lawannya, Cawalkot nomor urut 2 Bagyo Wahyono terlihat menyampaikan visi dan misi dengan intonasi yang rendah. Tak ada pula program yang disampaikan secara spesifik.

Bagyo mengklaim bahwa dirinya adalah bagian dari wong cilik atau masyarakat menengah ke bawah. Beragam masalah yang dirasakan warga di tengah pandemi virus corona juga dialaminya.

Namun, dia tidak menyampaikan program tertentu untuk menanggulangi pandemi. Baik dari segi kesehatan mau pun ekonomi.

Bagyo hanya menceritakan apa yang selama ini dilakukannya selama aktif dalam organisasi Tikus Pithi Hanata Baris. Dia mengaku selalu membantu anak-anak terlantar serta warga lanjut usia atau jompo.

“Itu sudah kita lakukan sejak enam tahun yang lalu sampai sekarang,” kata Bagyo.

Wakil Bagyo yakni Supardjo juga hanya memastikan pendidikan di tengah pandemi virus corona ini harus tetap berjalan. Meski demikian, ia hanya membeberkan langkah alternatif agar pendidikan bisa berjalan dengan optimal di Solo.

“Yang perlu kita tekanakan bahwa protokol kesehatan itu harus kita motivasi baik kepada orang tua, maupun anak-anak,” kata Suparjo.

Permukiman

Di segmen lain, Supardjo berjanji akan membangun rumah yang selama ini belum memiliki hunian layak. Rencananya, rumah akan dibangun di bantaran sungai.

“Sehingga bisa di pinggiran kita buatkan rumah di bantaran sungai. Itu kan bisa memberikan ruang bagi keluarga-keluarga yang belum punya tempat tinggal layak,” kata Supardjo.

Bagyo menambahkan bahwa pihaknya sudah membicarakan bersama terkait strateginya itu. Ia mengklaim sudah melakukan survei untuk membangun rumah di sekitar bantaran sungai untuk masyarakat miskin.

“Memang kita punya rembuk bareng, sasaran utama bantaran sungai, saya sudah survei kawasan Semanggi, masih luas tanahnya,” kata dia.

Sementara itu, Gibran menunjukkan sikap heran terhadap pernyataan lawannya tersebut. Ia mempertanyakan apakah rencana membangun perumahan di bantaran tidak melanggar aturan.

“Kok Pak Bagyo malah akan membangunnya di bantaran sungai, apa tidak melanggar regulasi yang sudah ada?” tanya Gibran.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kasus Pelanggaran Berserikat PT CRI Ditutup ILO

Read Next

ILO Percaya Kemnaker Menjamin Kebebasan Berserikat dan Berunding di Indonesia