Politisi PDIP: Gara-gara Pemboikotan Produk Perancis si Rizik Batal Pulang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/11/2020). Dewi Tanjung, Politisi PDIP, turut menanggapi terkait seruan boikot produk Perancis.

Mengenai hal itu, Dewi memberikan sindiran kepada Habib Rizieq Shihab yang akan kesulitan pulang ke Indonesia jika pemboikotan tersebut benar dilakukan. 

Diketahui, hingga saat ini maskapai komersial Indonesia masih menggunakan pesawat terbang buatan pabrikan asal Prancis, Airbus.

“Si Rizieq Shihab pulang naik apa donk kalo semua produk Prancis diboikot. Kasihan kan kalo gara-gara adanya pemboikotan produk Prancis si Rizieq batal pulang,” tulis Dewi dalam akun Twitternya, @DTanjung15, Rabu (04/11/2020).

Lanjutnya, ia mengaku penasaran soal maskapai yang digunakan Rizieq untuk pulang nantinya.

“Lalu apakah si Rizieq dari Arab naik Onta Airlines? Mana Nyai udah perawatan wajah supaya glowing dan cantik demi Rizieq Shihab,” tutupnya.

Diketahui juga, seruan boikot produk Prancis menggema di Indonesia usai Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaitkan tindak terorisme dengan Islam.

Teranyar, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab mengabarkan dirinya akan pulang ke Indonesia dari Arab Saudi 10 November. Ia mengatakan setibanya di Tanah Air, dirinya akan menggelar pesta pernikahan putri keempatnya, Syarifah Najwa Shihab.

Katanya, pesta pernikahan Syarifah Najwa Shihab akan digelar di Markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu 14 November. 

“Saya akan nikahkan putri saya yang keempat Syarifah Najwa Shihab dengan tunangannya,” kata Habib Rizieq, dalam akun Youtube Front TV, Rabu (04/11/2020).

Habib Rizieq sendiri mengumumkan kepulangan ke Indonesia pada 10 November 2020. Bahkan Habib Rizieq tunjukan tiket pulangnya.

Habib Rizieq akan jalan dari Arab Saudi 9 November 2020, sengan Saudia Airline bernomor pesawat SV 816.

“Nomor pesawat kami SV 816,” katanya.

Cuitannya pun mendapat sambutan dari para netizen dan meninggalkan beragam komentar.

“Jiwa aktris sinetronnya masih ada ya mak Dewi ini, saya suka saya suka saya suka.,” tulis @antio888.

“oh.. armada nya airbus semua ya..,” tulis @NogoSosroAsli.

Profil Dewi Tanjung

Politisi PDIP ini sudah beberapa kali melaporkan sejumlah tokoh.

Nama Dewi Tanjung sempat menjadi sorotan karena beredar kabar di media sosial Facebook yang mengklaim bahwa Dewi Tanjung, seorang politisi partai PDIP meninggal dunia.

Kabar tersebut disebarluaskan oleh salah satu pemilik akun Facebook yang bernama Adi. Pada salah satu unggahannya, pemilik akun tersebut mengunggah foto Dewi Tanjung dengan menuliskan narasi seperti berikut ini.

“Kabar gembira untuk Ummat Islam Indonesia. Dewi tanjung meninggal dunia. Silahkan yang mau mendoakan”.

Baru-baru ini nama Dewi Tanjung kembali santer beredar di kalangan publik media sosial. Dewi Tanjung dengan lantang menuding dalang kerusuhan saat demo penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja adalah Partai Demokrat dengan Ketua Umumnya, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dewi Tanjung bahkan juga mengkritik masa pemerintahan SBY banyak anggaran negara yang terbuang percuma hanya untuk menjaga SBY. Dirinya membandingkan militansi kader PDIP dengan Partai Demokrat dimana militansi PDIP lebih bagus jika dibandingkan dengan partai Demokrat.

Pemilik nama asli Dewi Ambarwati ini dikenal sebagai seorang politikus. Dewi Tanjung tercatat sebagai kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Berdasarkan data KPU, Dewi Tanjung lahir di Padang pada tanggal 15 Januari 1980. Dan saat ini Dewi Tanjung berdomisili di Bogor, Jawa Barat.

Dewi Tanjung sempat mencoba peruntungan pada pemilu 2019 untuk Dapil V Jawa Barat. Namun ternyata langkahnya terhenti karena dirinya hanya meraih 7.311 suara.

Dewi Tanjung pernah melaporkan seorang politikus senior Partai Amanat Nasional Amien Rais ke Polda Metro Jaya dengan dugaan upaya makar. Laporan tersebut juga menyeret nama Habib Rizieq Shihab dan Bachtiar Nasir.

Selain itu, nama Dewi Tanjung kembali menjadi pembicaraan atas upayanya melaporkan Novel Baswedan ke polisi. Dewi Tanjung menilai Novel Baswedan merekayasa kasus penyiraman air keras.

Dewi Tanjung juga melaporkan pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/313/I/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 16 Januari. Laporan tersebut malah buntut dari kisruh dua kelompok massa unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 14 Januari 2020.

Tidak cukup sampai di situ, Dewi Tanjung juga sempat mencibir liputan tim Najwa Shihab dari Narasi TV soal pembakaran halte saat demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Dewi Tanjung mempertanyakan bagaimana tim Najwa Shihab mendapatkan semua bahan liputan pembakaran halte ketika demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja tersebut.

Selain itu, secara gamblang Dewi Tanjung juga menuliskan bahwa dirinya menuding Presiden keenam RI, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan otak dari demo penolakan RUU Cipta Kerja.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Jadi Pendaftaran Terakhir, Begini Penjelasannya

Read Next

KAI Layani Lebih dari 200 Ribu Penumpang, Rute-rute ini Banyak Diminati