Perusahaan Ini Pecat Robot, Lalu Pekerjakan Manusia

Perusahaan Ini Pecat Robot, Lalu Pekerjakan Manusia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/11/2020). Pesatnya perkembangan teknologi, industri diprediksi akan semakin banyak mulai menggunakan robot dalam operasionalnya.

Berbeda dengan Walmart, perusahaan ritel asal Amerika Serikat (AS), memutuskan untuk memutus kontrak dengan perusahaan penyedia robot, Bosa Nova Robottics dan kembali menggunakan jasa manusia di tokonya.

Sebelumnya pada beberapa cabang Walmart, konsumen bisa melihat kehadiran robot yang mengelilingi toko dan mengecek ketersediaan barang di rak-rak toko. Tak lama lagi, sepertinya pemandangan itu tidak akan terlihat lagi.

Berdasarkan laporan dari Wall Street Journal, perusahaan retail tersebut akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontrak dengan perusahaan robotik yang memproduksi robot-robot tersebut.

Juru bicara Walmart, mengatakan bahwa 500 robot sudah beroperasi di 4.700 toko saat kontrak diakhiri, CNBC melaporkan.

Keputusan tak lagi memakai robot karena Walmart melihat perkembangan secara signifikan selama pandemi Covid-19 berlangsung. Penjualan online dari perusahaan ini juga hampir berlipat ganda di kuartal dua, saat banyak konsumen mulai memilih mengirimkan pembelian langsung ke rumahnya masing-masing.

Pola konsumen tersebut pun menjadi tantangan bagi Walmart untuk secara cepat bisa mengisi ulang dan memeriksa persediaan barang serta memastikan mereka mengirimkan barang yang sesuai.

Pada wawancaranya di acara CNBC “Squawk Box”, CEO Walmart, Doug Mcmillon menyatakan bahwa kehabisan persediaan secara sporadis terus menjadi sebuah isu. Daripada menggunakan tenaga robot, Walmart telah mendapatkan sebuah solusi yang jauh lebih sederhana dan efektif untuk mengatur persoalan persediaan di penyimpanan di toko.

Laporan tersebut menyatakan bahwa kepala eksekutif Walmart AS John Furner khawatir dengan respon para pengunjung saat melihat keberadaan dari robot-robot ini. Walmart sendiri sudah menyatakan untuk menekan percobaan perusahaan terhadap implementasi teknologi pada bisnisnya.

Bahkan minggu lalu, perusahaan bisnis retail ini mengatakan ingin mengubah 4 cabang tokonya menjadi laboratorium e-commerce, yang berguna untuk menguji berbagai peralatan digital dan strategi agar bisa mempercepat penyetokan ulang persediaan serta memenuhi pesanan online.

Dampak Pandemi Covid-19, Lima Tahun Lagi Robot Diprediksi Gantikan 85 Juta Lapangan Kerja Manusia

Perkembangan teknologi yang kian hari makin pesat bahkan disaat pandemi virus corona, menyebabkan peralihan tenaga kerja dari manusia ke robot terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Berdasarkan informasi dari laman The Straits Times, Kamis (22/10/2020) sebuah studi World Economic Forum (WEF) menemukan, robot akan menggantikan 85 juta pekerjaan di bisnis menengah hingga besar selama lima tahun ke depan karena Covid-19.

Survei terhadap hampir 300 perusahaan global menemukan empat dari lima eksekutif bisnis mempercepat rencana untuk mendigitalkan pekerjaan dan menerapkan teknologi baru.

“Covid-19 telah mempercepat datangnya masa depan dunia kerja,” jelas Managing Director WEF Saadia Zahidi.

Sedangkan pekerja yang ditetapkan untuk tetap menjalankan peran mereka dalam lima tahun ke depan, hampir setengahnya perlu mempelajari keterampilan baru dan pada 2025 pengusaha akan membagi pekerjaan antara manusia dan mesin secara merata, kata studi tersebut.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jember pada Oktober Inflasi 0,01 Persen, Dipicu Oleh Naiknya Produk Ini

Read Next

Turunnya Harga Buah Ini Picu Kota Malang Kembali Deflasi