Jember pada Oktober Inflasi 0,01 Persen, Dipicu Oleh Naiknya Produk Ini

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/11/2020). Tercatat pada Oktober 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) umumkan Jember mengalami inflasi sebesar 0,01 persen yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas bawang merah dan cabai merah.

Dari 11 kelompok pengeluaran teracatat 5 di antaranya mengalami inflasi tertinggi yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga.

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di antaranya bawang merah, cabai merah, tepung terigu, minyak goreng, kacang panjang, cabai rawit, kentang, kelapa, daun bawang dan ikan lele,” kata Kasi Statistik Distribusi BPS Jember Candra Bhirawa, dalam keterangan tertulis, Senin (02/11/2020).

Dijelaskannya bahwa harga bawang merah dan cabai merah naik tinggi karena persediaan di pasar sedikit dan pasokan mengalami hambatan karena pengaruh cuaca.

Sementara untuk harga minyak goreng pada Oktober 2020 mengalami kenaikan dari tingkat pedagang besar sampai pedagang eceran yang juga memberikan andil inflasi di Jember. Untuk komoditas yang menekan inflasi antara lain turunnya harga emas perhiasan, daging ayam ras, mangga, bayam, sawi hijau, jambu batu, gula pasir, dan beras.

Harga emas perhiasan selama dua bulan berturut-turut mengalami penurunan harga, sebelumnya harga emas dunia naik karena pandemi COVID-19, hingga mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah.

Dikatakannya saat ini kebutuhan pangan di daerah tercukupi baik dari produksi sendiri maupun dari perdagangan antar wilayah, meski adanya pemberlakuan pembatasan sosial dan adaptasi kebiasaan baru. Penyebabnya stok pangan cukup di pasar, meskipun daya beli dinilai masih rendah, sehingga beberapa komoditas pangan menjadi penyumbang deflasi.

Terjadinya inflasi pada Oktober di Jember, maka laju inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2020 dan laju inflasi year-on-year Kabupaten Jember masing-masing tercatat sebesar 1,27 persen dan 1,85 persen. Angka tersebut lebih rendah dibanding inflasi tahun kalender 2019 masing-masing sebesar 1,69 persen dan inflasi year-on-year 2019 sebesar 2,67 persen.

Dari delapan kota Indeks harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur tercatat empat kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Probolinggo sebesar 0,15 persen dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,07 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Surabaya 0,02 persen.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Di Balangan, Pendaftaran BPUM untuk UMKMMasih Dibuka

Read Next

Perusahaan Ini Pecat Robot, Lalu Pekerjakan Manusia