Danone Indonesia Tanggapi Seruan Boikot Produk Prancis

Konfirmasitimes.com-Jakarta (04/11/2020). Baru baru ini, ramai seruan untuk memboikot produk-produk buatan Perancis di Indonesia.

Danone Indonesia merespon hal ini, pasalnya produk air mineralnya kena imbas aksi seruan tersebut, yang mana diketahui Danone sendiri bermarkas di Perancis.

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin menyampaikan, perusahaan tempatnya bekerja tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan pandangan politik suatu negara, termasuk Perancis, negara asal perusahaan tersebut. Hal itu, kata Arif, di luar bisnis perseroan. 

Sementara itu, Arif menyambut baik pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

“Di mana pemerintah telah mengambil langkah untuk tidak ikut serta memboikot produk-produk Prancis karena hal tersebut di luar konteks perdagangan,” kata Arif, dalam keterangannya kepada mediaSelasa (03/11/2020). 

Dorongan untuk memboikot produk-produk buatan Prancis menggema dipicu pidato Presiden Emmanuel Macron yang dinilai telah menyinggung umat Islam. Macron memilih tetap membela kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad di Majalah Charlie Hebdo. Ia mengatakan, selaku pemimpin maka ia wajib melindungi kebebasan berekspresi di negaranya. 

Di Tanah Air, seruan untuk memboikot produk buatan Prancis disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Apa kata MUI mengenai hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis?

Lebih lanjut Arif menuturkan, produk-produk seperti SGM dan AQUA adalah produk yang dikembangkan dan diproduksi di Indonesia. Selain itu, pabrik pembuatan produknya juga menyerap tenaga kerja Indonesia untuk konsumen di dalam negeri. 

“SGM sudah hadir sejak 1965, AQUA juga sudah hadir sejak 1973 di Indonesia dan telah menjadi kepercayaan banyak konsumen sampai sekarang,” katanya.

Oleh sebab itu, perusahaan akan terus memaksimalkan usaha dalam membantu menyediakan produk bernutrisi untuk mendukung generasi masa depan, serta menawarkan hidrasi sehat untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia. 

“Maka kami akan tetap melanjutkan komitmen untuk melayani kebutuhan nutrisi dan hidrasi sehat melalui jutaan pedagang, yang menjual produk kami di Indonesia dan disiapkan oleh hampir 15 ribu karyawan di seluruh Tanah Air,” katanya lagi.

Sementara, pada Jumat, 30 Oktober 2020 lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya ikut mendorong agar umat Muslim di Tanah Air memboikot produk-produk asal Prancis. Sikap ini bertolak belakang sehari sebelumnya di mana MUI meminta agar umat Muslim tidak terprovokasi dengan ajakan boikot. 

“Memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis serta mendesak Pemerintah Indonesia melakukan tekanan dan peringatan keras kepada Pemerintah Prancis,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi. 

Dia bahkan juga mendesak Menteri Luar Negeri untuk menarik sementara waktu Duta Besar Indonesia di Prancis, Arrmanatha Nasir, kembali ke Jakarta. Momen penarikan itu berlaku hingga Presiden Emmanuel Macron menarik ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam di dunia karena telah menyampaikan kalimat berisi Islamofobia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Akses ke Malioboro Dibatasi, Catat Jadwalnya

Read Next

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Hari Ini, 4 November 2020