Lo Kheng Hong, Nilai Saham Investasinya Capai Rp 506 M

Lo Kheng Hong, Nilai Saham Investasinya Capai Rp 506 M

Konfirmasitimes.com-Jakarta (03/11/2020). Lo Kheng Hong, Investor ritel kawakan Indonesia, tercatat memiliki saham di tiga emiten dengan kepemilikan lebih dari 5%.

Total nilai kapitalisasi kepemilikan tiga saham Lo Kheng Hong tersebut mencapai Rp 505,97 miliar, berdasarkan harga pasar per 2 November 2020.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dipublikasikan di keterbukaan informasi BEI, tiga saham yang dimiliki Lo lebih dari 5%, yaitu PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS).

Kepemilikan Lo Kheng Hong di saham Petrosea (anak usaha Indika Energy) sebanyak 15% atau sebanyak 151.315.800 unit. Pada perdagangan Senin (2/11/2020), harga saham PTRO berada pada level Rp 1.690/unit.

Artinya nilai kapitalisasi saham PTRO milik Lo saat ini mencapai Rp 255,73 miliar. Harga saham PTRO tahun ini relatif stabil, dari awal tahun hingga hari ini saham PTRO tercatat naik 5,61%.

Lalu Lo juga memiliki 5,68% atau 942.184.700 unit saham BMTR, perusahaan yang dikendalikan oleh pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

Pada perdagangan kemarin, harga saham BMTR tercatat pada level Rp 226/unit.

Nilai kapitalisasi saham BMTR milik Lo mencapai Rp 212,93 miliar. Kinerja saham BMTR secara year to date tercatat drop 34,48%.

Lalu Lo juga tercatat memiliki sebanyak 5,79% atau 101.399.300 saham MBSS yang juga masuk Grup Indika Energy.

Harga saham MBSS tercatat Rp 368/unit, artinya nilai kapitalisasi saham Lo mencapai Rp 37,31 miliar. Secara year to date saham MBSS tercatat drop 22,82% hingga perdagangan Senin kemarin.

Lo Kheng Hong kini tidak banyak berinvestasi di saham komoditas, seperti yang dilakukannya selama ini. Hampir sebagian besar cuan atau keuntungan yang dibukukan Lo berasal dari saham-saham yang berbasis komoditas.

“Saya banyak mendapatkan keuntungan dari saham komoditas. Dulu ada PT Timah (TINS), PT Indika Energy Tbk (INDY) perusahaan batu bara, ada PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), karena komoditas itu berfluktuasi,” kata Lo saat menceritakan kisah sukses dirinya berinvestasi saham di Capital Market Summit & Expo (CMSE) secara virtual, Sabtu (24/10/2020).

Lo merupakan penganut value investing dan sangat ‘fanatik’ dengan kisah sukses dengan Warren Buffett, orang terkaya nomor tiga di dunia, yang juga sukses investasi di saham. Ini juga yang membuat Lo Kheng Hong mendapat julukan Warren Buffett Indonesia.

Strategi nilai investasi atau value investing, pertama kali dikenalkan Benjamin Graham dalam bukunya The Intelligent Investor. Value investing adalah strategi investasi untuk menemukan saham super dengan harga yang lebih murah dari harga wajarnya.

Bekal ilmu value investing, Lo menerapkannya dalam berinvestasi di emiten-emiten yang mengolah komoditas sumber daya alam (SDA).

Lo pernah untung besar dari saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan momen awal dirinya mengeruk keuntungan besar dari investasi saham. Pada 1998, Lo membeli saham UNTR pada harga Rp 250/saham.

Selama 6 tahun Lo menginvestasikan uangnya pada saham ini. Lo Kheng Hong sangat percaya dengan konsep value investing, sehingga selama 6 tahun ia ‘tidur’ dan tidak mengutak-atik saham UNTR.

Baru pada 2004, harga saham UNTR sudah mencapai Rp 15.000/saham dan ia menjualnya. Lo Kheng Hong meraup untung hingga 5.900%.

Cerita seperti ini diulang pada saham-saham yang lain.

Lo Kheng Hong membeli saham INKP atau PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk pada harga Rp 1.000/saham. Lalu 1,5 tahun kemudian ia menjualnya pada harga rata-rata Rp 10.000/saham. Lo Kheng Hong mampu meraup untung 900% dari saham INKP.

Profil Lo Kheng Hong

Sebagai informasi Lo Kheng Hong terlahir dari keluarga kurang mampu. Masa kecil LKH begitu memprihatinkan karena harus tinggal di sebuah rumah petak.

Setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), LKH tidak lantas melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah lantaran keadaan ekonomi. Pria kelahiran 20 Februari 1959 itu, terpaksa bekerja sebagai staf Tata Usaha di Overseas Express Bank (OEB).

Barulah di usia 20 tahun, Lo Kheng Hong kuliah di Universitas Nasional, jurusan Sastra Inggris. Ia mengambil kelas malam. Saat itu, biaya masuk perguruan tinggi sebesar Rp50 ribu, sedangkan biaya kuliahnya Rp10 ribu. Nominal yang kecil untuk saat ini, tapi begitu besar di masa itu.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Viral ‘Muhammad Rocky Gerung’, Kok Bisa?

Read Next

Tolong! Petani Tembakau Merana, Cukai Rokok Naik Tahun Depan