Warga Lebak Diminta Waspada Ancaman Banjir dan Longsor

Pasca Banjir Bandang, Muara Enim Kini Status Siaga Banjir dan Longsor

Ilustrasi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (02/11/2020). Sehubungan intensitas curah hujan yang tinggi, masyarakat selatan Lebak diminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana banjir dan tanah longsor.

“Peringatan kewaspadaan itu guna mengurangi risiko kebencanaan,” kata Kepala Seksi Penanganan Kedaruratan BPBD Provinsi Banten Sumardi di Posko Kesiapsiagaan Bencana di Lebak, dalam keterangannya, Minggu (01/11/2020)

BPBD Banten mengoptimalkan penyampaian peringatan kewaspadaan bencana alam menyusul curah hujan di daerah itu meningkat. Bahkan, sepanjang Minggu (1/11) curah hujan sejak pagi hingga sore hari melanda wilayah selatan Lebak.

Peringatan kewaspadaan telah disampaikan kepada aparatur kecamatan, desa, relawan juga pengusaha wisata. Selain itu, BPBD Banten juga memaksimalkan kegiatan edukasi sosialisasi tentang mitigasi bencana, dimana wilayah selatan Lebak berpotensi bencana banjir, banjir bandang, longsor dan pasang air laut serta gempa bumi. Kegiatan sosialisasi itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat memahami dan mengerti masalah mitigasi bencana.

“Saya yakin jika warga memahami dan mengerti mitigasi bencana, bisa menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam,” katanya.

Selama ini, masyarakat selatan Lebak yang tersebar di 10 kecamatan yakni Cijaku, Banjarsari, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah, Cilograng, Cigemblong, Wanasalam, dan Cibeber menjadi langganan bencana alam, sebab ribuan kepala keluarga tinggal di permukiman dengan topografi pegunungan, perbukitan, aliran sungai dan pesisir pantai.

Saat ini, bencana banjir dan longsor menimpa warga Kecamatan Cibeber, Wanasalam, Bayah, dan Cihara. Namun, pihaknya sejauh ini belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat bencana alam tersebut.

“Kami baru memperkirakan kerugian material bangunan gedung SMAN 3 Cibeber yang tertimpa longsor bisa di atas Rp300 juta,” ujarnya.

BPBD Banten telah menyiapkan peralatan evakuasi guna menyelamatkan masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi banjir dan longsor, di antaranya perahu karet, pakaian pelampung, genset, gas, kendaraan operasional, dan alat berat. Selain itu, tenda, persediaan logistik dan obat-obatan agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan serangan penyakit.

“Kami selama 24 jam selalu siaga di Posko Kesiapsiagaan Bencana dengan bergantian lima personel dan dibantu TNI, Polri dan relawan untuk melayani masyarakat mengendalikan kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Warga Nagari Saok Laweh Temukan Pasutri Tewas Bersimbah Darah

Read Next

Nelayan Hilang di Perairan Syiah Kuala