Sambut Musim Hujan, Warga Desa Tanjungsari di Boyolali lakukan Bersih Sungai Guna Antisipasi Luapan Air ke Sawah

Kerjabakti bebersih sungai untuk antisipasi luapan air

Kerjabakti bebersih sungai untuk antisipasi luapan air

Konfirmasitimes.com-Boyolali (02/11/2020). Menyambut datangnya musim hujan yang sudah mulai di rasakan sejak akhir Oktober tahun ini, puluhan warga Desa Tanjungsari Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali melakukan kegiatan bersih sungai dari berbagai macam sampah. Gotong royong bebersih desa yang dilakukan pada hari minggu kali ini target utamanya adalah sungai dan selokan yang selama ini menjadi sumber terjadinya luapan air yang menggenangi jalan dan sawah – sawah milik petani.

Dengan dilakukannya bebersih sungai dan selokan diharapkan aliran air yang melalui sungai manjadi lancar. Dengan lancarnya aliran air akan berdampak pada tidak tergenanginya sawah warga yang biasanya terjadi setiap tahun karena luapan air yang terjadi di desa tersebut. Oleh karenanya warga satu desa melakukan kerjabakti secara swadaya untuk membersihkan sungai dan gorong- gorong yang biasanya menjadi tempat tertimbunya sampah yang menyumbat aliran air yang melintas.

Kerjabakti bebersih sungai untuk antisipasi luapan air
Kerjabakti bebersih sungai untuk antisipasi luapan air

“Kita gerakan seluruh warga satu desa untuk antisipasi terjadinya luapan air yang melanda sawah – sawah petani dengan gotong royong membersihkan sungai dan selokan. Kasihan para petani yang setiap datang musim hujan sawah dan ladangnya selalu penuh dengan genangan air, terlebih musim hujan sudah mulai tiba saat ini”, ujar Supriyanto Kepala Desa setempat ketika mengikuti gotong royong bersama warga RT 001 desa setempat kepada awak media konfirmasitimes.com, Minggu (1/11/2020).

Bapak supriyanto melanjutkan jika kegiatan gotong royong sendiri dilakukan serentak di seluruh wilayah desa. Sedangkan pelaksanaannya di lakukan di sekitar masing – masing RT yang di pimpin oleh masing – masing ketua RT dan para tokoh masyarakat setempat. Dan untuk kegiatannya rencananya akan dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan, jadi bukan hanya waktu tertentu saja.

Salah satu sudut titi kerjabakti warga desa
Salah satu sudut titi kerjabakti warga desa

“Rencananya kita lakukan kegiatan kerja bakti setiap akhir pekan yang dimulai dari sekarang, jadi bukan hanya pada saat ini. Sedangkan targetnya bisa bermacam – macam, seperti saat ini membersihkan sungai untuk antisipasi musim hujan yang mulai tiba” Ujarnya lebih lanjut.

Sedangkan menurut pantauan awak konfirmasitimes dalam kegiatan kerjabakti yang dilaksanakan, belum semua warga menyadari akan pentingnya kegiatan kerjabakti itu sendiri. Hal ini terlihat dari tingkat kehadiran warga yang tidak semua turun ikut partisipasi pada kegiatan tersebut.

Menguntungkan Bagi Petani

Dengan adanya kegiatan bebersih kali yang dilakukan secara langsung membawa keuntungan tersendiri bagi para petani setempat. Hal ini terjadi pasalnya sebentar lagi musim panen yang ditandai telah menguningnya padi petani. Dengan lancarnya aliran sungai akan berdampak tidak terjadinya luapan air yang menggenangi sawah patani yang sudah siap panen.

Saluran sungai yang bersih menguntungkan petani desa
Saluran sungai yang bersih menguntungkan petani desa

Perlu diketahui bahwa untuk ukuran padi yang sudah siap panen, maka sawah tidak memerlukan banyak air. Bahkan cenderung diaiarkan tanahnya kering sehingga ketika padi mulai menua maka tidak akan roboh ketika tertiup angin. Hal ini akan berdampak dan berpengaruh terhadap harga jual padi yang sudah siap dijual oleh para petani.

Secara umum di desa tersebut, untuk musim tanam padi kali ini hasilnya nampak bagus yang terlihat dari padi yang sudah siap panen. Untuk sawah seluas ± 2.500 m² pada musim ini bisa laku sampai 7 juta lebih, padahal untuk musim sebelumnya hanya laku 4 juta dengan luas yang sama. Begitu juga terhadap petani lainnya juga mengalami hal serupa, terjadi kenaikan produksi dan harga jual.

Salah satu petani desa sedang memanen hasil tanamnya
Salah satu petani desa sedang memanen hasil tanamnya

“Alhamdulillah, untuk musim panen ini terjadi kenaikan yang lumayan baik dari produksi hasil padinya maupun harganya sendiri. Untuk Sawah saya seluas ± 2.500 m² bisa laku sampai 7 juta, padahal musim panen lalu hanya laku 4 juta”, ujar Bapak Mursidi petani pemilik lahan yang telah berusia lebih dari 93 tahun namun masih tetap produktif tersebut.

Dengan adanya kegiatan bebersih sungai dan selokan setidaknya akan meringankan beban petani karena aliran air sungai akan lancar dan sawah petani terbebas dari genangan air disaat musim panen tiba.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Meski Murah, Makan Tahu Bermanfaat untuk Kesehatan

Read Next

Bingung Cara Gunakan Bantuan Kuota Subsidi? Begini Caranya