Kopi Gratis Kini Tersedia di PLTD Apung, Banda Aceh

Banda Aceh

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/11/2020). Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh melakukan berbagai inovasi untuk menarik pengujung datang ke kotanya, dalam rangka membangkitkan kembali pariwisata di Kota tersebut.

Dalam hal ini, menyambut libur panjang Dispar Kota Banda Aceh berinisiatif menyuguhkan kopi gratis kepada wisatawan yang datang ke destinasi wisata Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

“Ini sengaja kita suguhkan untuk wisatawan lokal dan domestik, pada saat mereka datang ke PLTD Apung mereka bisa menikmati secangkir kopi Aceh yang hangat dan ini juga promosi untuk kopi kita supaya lebih terkenal,” kata Kepala Dispar Kota Banda Aceh, Iskandar, dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2020).

Selain kopi gratis, para wisatawan juga disajikan dengan tampilan tari tradisional Rapai Geleng pada Sabtu dan Minggu. “Kita juga membuat pertunjukan kepada pengunjung agar menghadirkan nuansa berbeda dari tempat-tempat lain terutama saat penyambutan,” lanjut dia.

Tempat wisata di bawah pengelolaan pihaknya, juga sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes) berbasis Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) untuk mencegah penyebaran Covid-19 di destinasi wisata.

Untuk itu, berbagai prasarana pun telah disediakan seperti tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan menjaga jarak untuk menunjang penerapan prokes tersebut.

“Kita memperketat protokol kesehatan karena bagaimanapun harus menjaga jangan sampai ada yang terinfeksi covid-19. Prokes berbasis CHSE jadi ini tetap kita terapkan sesuai intruksi Kemenparekraf,” tegas Iskandar.

Salah seorang wisatawan Raudah mengaku kagum saat berkunjung ke PLTD Apung karena kebersihan dan kondisi destinasi yang terawat. “Dari sisi mana pun bersih lokasinya, kapalnya juga terawat, mudah-mudahan tetap terawat terus,” ungkap dia.

Baginya, berkunjung ke PLTD Apung seakan mengenang masa lalu bersama temannya. Pasalnya setelah menyelesaikan studi di Sekolah Menengah Atas (SMA) ia memilih berhijrah ke Pulau Jawa.

“Kalau saya melihat fenomena alam yang pasti terharu, apalagi saya SMA di sini jadi membayangkan dan saya juga punya kehilangan teman-teman yang jadi korban tsunami,” katanya.

Koordinator PLTD Apung, Agus Ariyanto menyebutkan, selama masa pandemi jumlah pengunjung yang datang menurun drastis. “Kalau sebelum pandemi rata-rata pengunjung per harinya 1.000 orang, sekarang hanya 200-an orang per hari,” sebutnya.

Namun, pada masa libur panjang ini jumlah wisatawan mulai mengalami kenaikan menjadi 500-700 orang per harinya. “Rata-rata (yang datang dari) Sumatra Utara sebagian dari wilayah kabupaten/kota di Aceh juga ada dari Riau sebagian,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kumpulan Meme Kocak Juri dan Peserta MasterChef Indonesia, Bikin Ngakak

Read Next

Ibu Muda Tipu Puluhan Warga Malang, Capai Rp 1,4 Miliar