Dua Intel yang Dikeroyok Klub Moge Akan Segera Diperiksa TNI AD

Konfirmasitimes.com-Jakarta (01/11/2020). Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad, Letnan Jenderal Dodik Wijanarko dalam pernyataan resmi, Minggu (01/11/2020) menegaskan Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak akan berat sebelah dalam mengusut kasus pengeroyokan terhadap dua prajurit Komando Distrik Milik 0304/Agam oleh anggota klub motor gede pimpinan Letnan Jenderal (Purnawirawan) Djamari Chaniago.

Menurut Letjen TNI Dodik, setelah menjalani perawatan medis akibat luka-luka yang dialami setelah menjadi korban pengeroyokan anggota klub motor gede asal Bandung, Jawa Barat, Harley Davidson Owner Group (HOG) Siliwangi, kedua prajurit TNI yakni Serda Mustari dan Serda Muhamma Yusuf akan dipanggil dan diperiksa POM AD.

Dan Letjen TNI Dodik menyatakan, meski telah menjadi korban dalam kasus itu, tapi jika dalam pemeriksaan ditemukan kesalahan, maka kedua anggota intelijen Kodim 0304/Agam itu akan diproses secara hukum.

“Begitu juga terhadap kedua orang anggota TNI akan dimintakan keterangan oleh Subdenpom Bukit Tinggi Denpom Sumatera Barat bila ada pelanggaran hukumnya yang akan diproses sesuai aturan hukum,” kata Letjen Dodik.

Sejauh ini langkah awal yang diambil kedua prajurit TNI itu adalah membuat laporan kepolisian, dan dari laporan itu kepolisian telah menetapkan 4 anggota klub moge sebagai tersangka, mereka pun sudah diahan di Polres Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Sementara itu, Kodim 0304/Agam juag bergerak melakukan penyelidikan bersama kepolisian dengan mengumpulkan barang bukti di lokasi dan memintai keterangan para saksi.

“Terhadap kejadian tersebut Komandan Kodim 0304/Agam dan Kapolres Bukit Tinggi telah melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas masing-masing untuk menuntaskan kejadian tersebut,” kata Letjen Dodik.

Untuk diketahui, anggota klub motor gede Harley Davidson yang diketuai Letjen Djamari Chaniago mengeroyok dua prajurit TNI yang bertugas di unit intel Komando Distrik Militer 0304/Agam, kedua prajuarit TNI itu masing-masing bernama Serda Mistari dan Serda Muhammad Yusuf.

Mereka berdua dipukuli secara membabi buta di depan kios di Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Jumat 30 Oktober 2020.

Jadi awalnya kedua prajurit TNI itu sedang berkendara menuju markas Kodim Agam, tapi saat melintas di Jalan Dr Hamka, mendadak muncul konvoi rombongan motor gede yang dikawal polisi.

Saat itu kedua prajurit TNI memilih menepi dan memberikan jalan kepada rombongan, selepas itu mereka kembali melanjutkan perjalanan. Tapi ternyata dari belakang datang lagi rombongan moge lainnya.

Dengan arogannya para pengendara moge itu menyalip dan meraung-raungkan mesin motor mahalnya di hadapan kedua prajurit TNI itu, hingga keduanya nyaris jatuh. Serda Mistari dan Serda Muhammad Yusuf pun memberikan teguran dan menghentikan salah satu motor dalam rombongan. Tapi malah para pengendara moge itu marah dan menyerang kedua prajurit TNI itu dan memukulinya secara brutal hingga terluka.

Klub moge itu melintasi Kota Bukittingi karena sedang melaksanakan kegiatan Touring dengan tema Long Way Up Sumatera Island sejak tanggal 29 Oktober hingga 6 November 2020.

Rute perjalanan mereka dari Bandung menggunakan pesawat via Padang, kemudian mereka melanjutkan perjalanan darat menggunakan Harley Davidson dengan rute Padang, Bukittinggi, Medan, Aceh, dan akan finish di Sabang, Aceh.

Saat ini sudah ada 4 dari belasan pengeroyok Serda Mistari dan Serda Muhammad Yusuf yang telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka di Markas Polres Kota Bukittingi, mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

BTN Berikan Uang Muka KPR 1 Persen

Read Next

Lewis Hamilton Juarai Grand Prix Emilia Romagna