Pengamat: UMP 2021 Perlu Naik, Ini Alasannya

Konfirmasitimes.com-Jakarta (31/10/2020). Langkah Menteri Ketenagakerjaan untuk tidak menaikkan upah minimum provinsi (UMP) pada 2021 adalah bukan hal yang tepat. Hal tersebut disampaikan pengamat ketenagakerjaan.

Walau begitu, kenaikan upah minimum hingga 8 persen juga tidak dibenarkan.

Timboel Siregar selaku Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) dalam keterangannya menyampaikan bahwa kenaikan upah minimum tetap harus dilakukan dengan mempertimbangkan kesejahteraan pekerja dan kelangsungan usaha.

Gubernur juga perlu melihat kondisi di lapangan mengenai inflasi.

Menurut BPS, kata Timboel, sejak Januari hingga Agustus 2020 tingkat inflasi mencapai 0,93 persen, sementara tingkat inflasi dari tahun ke tahun atau year on year (yoy) dari Agustus 2020 ke Agustus 2019 adalah sebesar 1,32 persen.

Timboel menjelaskan dengan data ini para Gubernur dapat mempertimbangakan untuk tetap menaikkan upah minimum pada 2021, minimal tidak jauh dari nilai inflasi yaitu sekitar 1,5 persen sampai 2 persen.

“Memang banyak perusahaan terdampak oleh pandemi, tetapi banyak juga yang mendapat berkah seperti telekomunikasi dan kesehatan. Fakta itu harus dilihat juga dengan adanya inflasi,” kata Timboel, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (31/10/2020).

Timboel menjelaskan alasan Gubernur perlu menaikkan upah minimum agar daya beli pekerja tidak tergerus oleh inflasi dan tingkat konsumsi tetap terjaga.

Dengan tingkat konsumsi yang terjaga akan mendukung tingkat konsumsi agregat dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kalau daya beli tergerus kan artinya konsumsi agregat menurun. Masyarakat pekerja kita adalah yang dominan mendukung konsumsi agregat” ujar Timboel.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kini Bebas Murni, Siti Fadilah Supari Eks Menkes

Read Next

Macron Tanggapi Reaksi Umat Islam Terhadap Pernyataannya