Jerman: Penindasan Terhadap Agama Sedang Meningkat Di Seluruh Dunia

Jerman: Penindasan Terhadap Agama Sedang Meningkat Di Seluruh Dunia

Konfirmasitimes.com-Jakarta (30/10/2020). Pemerintah federal Jerman merilis sebuah laporan yang menyelidiki kebebasan beragama di seluruh dunia.

Dalam laporan tersebut menunjukkan kecenderungan penindasan dan pembatasan yang lebih kuat.

Pada hari Rabu di Berlin, Komisaris Pemerintah Federal untuk Kebebasan Beragama Sedunia, Markus Grubel, mempresentasikan laporan tersebut bersama dengan pejabat Jerman lainnya.

“Kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak asasi manusia yang fundamental. Hak asasi manusia ini semakin dibatasi dan dipertanyakan,” Grubel meringkas hasilnya. 

Hampir “tiga perempat dari semua orang tinggal di negara yang membatasi kebebasan beragama dan berkeyakinan mereka,” kata Markus Grubel.

Menurut laporan itu, lebih dari 80 persen orang menggambarkan diri mereka sebagai religius. 

Ancaman terhadap minoritas agama telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Secara khusus, Muslim, Yahudi, Yazidi, dan terutama Kristen sebagian besar terkena diskriminasi di seluruh dunia. Mereka yang terkena dampak umumnya dianiaya, didiskriminasi atau mengalami kekerasan. 

Namun, laporan 208 halaman itu membuka subjudul khusus untuk 30 negara non-Eropa selama dua tahun terakhir.

Suriah, Yaman dan Libya, di mana kebebasan beragama sangat dibatasi, dikeluarkan dari daftar karena perang saudara yang sedang berlangsung.

“Di lebih dari 70 negara di seluruh dunia ada undang-undang penistaan ​​agama yang melanggar hak asasi manusia. 

Mereka sering melakukan diskriminasi terhadap agama minoritas dan membatasi kebebasan berekspresi. Hak untuk konversi juga dibatasi di banyak negara, ”tulis laporan itu.

Konversi agama dapat dihukum dengan hukuman mati di Arab Saudi, UEA, Yaman, Afghanistan dan Iran.

Selain itu, “ujaran kebencian online” memiliki pengaruh yang menghancurkan terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan sering kali dikaitkan dengan peristiwa nyata dan sering kali meningkatkan konflik yang ada.

Misalnya, ujaran kebencian online memperburuk penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar.

Di bidang pendidikan, kebebasan beragama juga sering mengalami pembatasan yang dapat melanggar hak asasi manusia.

Grubel menggarisbawahi penindasan sistematis besar-besaran terhadap Muslim Uyghur di China. Dia juga mendesak penyelidikan independen oleh PBB atas tindakan keras tersebut.

Di Irak, puluhan ribu Yazidi dan Kristen tinggal di kamp pengungsian.

Di sisi lain, ada beberapa perkembangan positif, seperti penghapusan hukuman mati bagi kemurtadan oleh Sudan. Negara itu juga menyatakan Natal sebagai hari libur umum.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Hollywood Mulai Lirik Indonesia Untuk Garap Proyek Animasi

Read Next

Karabakh Laporkan Daftar Kedua Militer yang Tewas dalam 24 jam