Alasan KSPI Tolak Keputusan UMP 2021 Tak Naik

Protes UU Cipta Kerja; Buruh Lanjut Mogok Kerja Nasional Hari Ini

Konfirmasitimes.com-Jakarta (30/10/2020). Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11/HK04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum tahun 2021 pada Masa Pandemi Covid-19.

Perihal SE tersebut, Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Kahar S Cahyo menolak keputusan pemerintah yang tidak menaikkan upah minimum tahun 2021 (UMP 2021).

“Menaker sepertinya tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha semata. Tentu saja kaum buruh menolak,” kata Kahar, dalam Konferensi Pers KSPI, Jumat (30/10/2020).

Kahar menuturkan setidaknya ada empat alasan mengapa KSPI meminta upah minimum 2021 harus naik, antara lain:

Pertama, jika upah minimum tidak naik, maka akan menciptakan polemik di khususnya di tataran kaum buruh. Mengingat sat ini mayoritas buruh tengah dihadapkan pada kondisi ekonomi sulit selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Kedua, alasan upah tidak naik karena pertumbuhan ekonomi minus diyakini tidak tepat. Menyusul dengan apa yang terjadi pada krisis ekonomi tahun 1998, 1999, dan 2000 UMP tetap naik saat itu.

“Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen,” tuturnya.

Ketiga, keputusan tidak menaikkan UMP 2021 akan menurunkan daya beli masyarakat, terutama kaum buruh. “Ini karena turunnya pendapatan sehingga membuat masyarakat atau buruh mengalami penurunan daya beli. Ujung-ujungnya berdampak negatif buat perekonomian,” jelasnya.

Terakhir, tidak semua perusahaan kesulitan akibat pandemi Covid-19. Hal ini tercermin dari banyak perusahaan yang tetap melakukan kegiatan produksi selama pandemi berlangsung.

“Sehingga seharusnya tidak memukul rata. Bahkan, ada beberapa sektor juga yang justru tumbuh positif meski ada pandemi,” katanya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Warga Sukajadi Tewas Tersengat Listrik Masjid

Read Next

Di Sungai Kampung Pulo, Bocah 10 Tahun Diduga Tenggelam