Di Palembang, Belajar Online Diperpanjang hingga Desember 2020

Konfirmasitimes.com-Jakarta (28/10/2020). Kegiatan belajar mengajar (KBM) sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Palembang secara online atau dalam jaringan (daring) kembali diperpanjang.

“Perpanjang belajar daring sampai Desember, karena sampai kemarin, (26/10/2020) pihak kesehatan belum merekomendasikan tatap muka,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto, dalam keterangannya, Selasa (27/10/2020).

1. Surat edar dibagikan langsung ke sekolah

Keputusan perpanjangan belajar online tersebut juga merupakan keputusan bersama Wali Kota (Wako) Palembang, Harnojoyo. Selain karena zona yang belum aman, belajar daring dilakukan untuk menjaga kesehatan pihak terkait terutama siswa.

“PJJ kita perpanjang lagi, untuk perpanjangan resminya surat edar baru besok (28/10/2020) suratnya keluar dan dibagikan ke sekolah,” katanya.

2. Kegiatan PJJ tetap dilangsungkan sebagai bentuk ketaatan terhadap pemerintah

Menurut Zulinto, meski sudah cukup lama pelaksanaan belajar secara online dan membuat sejumlah pihak-pihak yang terlibat merasa bosan. Namun kebijakan PJJ harus tetap dilakukan sebagai bentuk mentaati aturan pemerintah daerah.

“Ya walaupun guru mulai bosan, semua pihak juga bosan, termasuk saya juga, karena ada cucu yang belajarnya di rumah. Tapi ini kan artinya kita juga sayang nyawa, jadi ebih penting mentaati prokes (protokol kesehatan),” ungkapnya.

3. Kemungkinan Januari 2021 akan ada sistem baru KBM

Kemudian setelah surat edar belajar online ditetapkan berlaku hingga Desember, Disdik Palembang akan melakukan diskusi lanjutan untuk membahas bagaimana sistem ajar di tahun depan agar KBM terlaksana maksimal dan lebih baik.

“Nanti di Januari (2021) kita bicarakan ulang (sistem belajar daring). Apakah boleh dibuka (sekolah) seminggu dua hari belajar tatap muka dari SD dan SMP atau bagaimana. Tapi kalau buka (sekolah) tiba-tiba (sekarang) kami belum berani,” tambahnya.

4. Akan ada surat pernyataan dari orangtua

Ia juga menegaskan, mengenai kebijakan Kementrian Pendidikan soal keputusan sekolah boleh dibuka asal dengan persetujuan orang tua atau wali murid, Disdik Palembang juga akan membahas lebih lanjut bersama stake holder terkait.

“Iya bisa saja nanti ada pernyataan orang tua, kalai anaknya boleh sekolah. Kita juga tidak ingin menanggung setiap risiko, karena kondisi fatal dan bebahaya intinya saling diskusi,” tandas dia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tips Kurangi Asupan Gula Harian

Read Next

Pertamina Sumbagsel Resmikan 6 SPBU BBM Satu Harga