Pemprov DKI Jakarta Segera Tentukan Nasib Proyek Monorel yang Mangkrak

Konfirmasitimes.com-Jakarta (24/10/2020). Proyek monorel yang mangkrak sudah 11 tahun, akan segera dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Proyek tersebut baru sebatas pendirian tiang penyangga.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan, proses evaluasi tidak mudah karena ada keterlibatan BUMN Karya yang membentuk badan usaha bersama investor.

“Monorel ini sudah 6 gubernur sejak Bang Yos (Sutiyoso) hingga Pak Djarot dan sekarang Pak Anies. Pak Gubernur dalam waktu dekat melakukan evaluasi menyeluruh dan menyikapi secara baik,” kata Riza, dalam keterangannya, Jumat (23/10/2020).

Lebih lanjut, Riza menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan mengundang seluruh jajaran terkait untuk mencari solusi terbaik. Pada kesempatan itu mereka akan diminta masukan dalam evaluasi tersebut.

“Tentu dari DPRD juga memiliki hak dan kewenangan memberikan masukan,” katanya.

Menurutnya, hasil evaluasi itu akan memutuskan apakah diteruskan proyek tersebut atau tidak.

“Semuanya boleh memberikan masukan, saran, usul yang konstruktif, nanti pemerintah mengambil kebijakan terbaik untuk semuanya,” ujarnya.

Dia menyampaikan, sejumlah tiang monorel yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jalan Asia Afrika dan Jalan Gelora. Tiang terserbut berdiri di atas lahan milik pemerintah, sedangkan konstruksi tiangnya merupakan milik BUMN dan Jakarta Monorel.

Pemilik konstruksi, kata dia meminta ganti rugi Rp600 miliar untuk pengambil alihan tiang. Era kepemimpinan Fauzi Bowo, Pemprov DKI meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan penilaian proyek.

“Rekomendasinya waktu itu Rp204 miliar, namun sampai sekarang belum kita selesaikan, Insyaallah ke depan kita carikan solusi terbaik,” katanya.

Diketahui, proyek monorel Jakarta dimulai sejak era Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Pembangunan pertama diresmikan oleh Presiden pada 14 Juni 2004.

Sementara PT Adhi Karya selaku kontraktor proyek pembangunan LRT Jabodebek lebih memilih membangun tiang baru di tengah Jalan HR Rasuna Said, terpisah dari lokasi tiang monorel.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

HRW Kecam AS dan Australia Karena Tutup Pintu bagi Pengungsi

Read Next

Ratusan Rumah di Bekasi Utara Rusak