Update Terkini! Investasi di Indonesia, Rupiah Menguat Lagi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/10/2020). Nilai tukar rupiah tertahan di zona merah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (23/10/2020). Meski demikian, Mata Uang Garuda berpeluang berbalik menguat setelah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan angka realisasi investasi kuartal III-2020 yang akhirnya bertumbuh.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan melemah 0,07% di Rp 14.650/US$. Setelahnya, rupiah sempat merosot hingga 0,44% ke Rp 14.705/US$. Namun, rupiah bukan tanpa perlawan, sebab sempat menguat 0,07% sebelum kembali melemah 0,03% di Rp 14.645/US$ pada pukul 12:00 WIB.

BKPM sebelum tengah hari tadi melaporkan pada kuartal III-2020, total investasi yang masuk ke Tanah Air tercatat Rp 209 triliun. Naik 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Penanaman Modal Asing (PMA) pada periode Juli-September 2020 adalah Rp 106,1 triliun, tumbuh 1,1% YoY. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) adalah Rp 102,9 triliun, naik 2,1% YoY.

Dalam keterangannya Bahlil Lahadalia, Kepala BKPM, Jumat (23/10/2020) mengatakan bahwa pertumbuhan PMA di kuartal III tersebut menjadi yang pertama di tahun ini setelah mengalami kontraksi dalam 2 kuartal beruntun.

“Kita harus selalu optimis dan berpikir positif. Masa kritis realisasi investasi sudah terlewatkan, itu pada kuartal II. Pada kuartal III, realisasi sudah Rp 209 triliun, mencapai 74,8% dari target,” kata Bahlil Lahadalia.

Rilis tersebut membuka peluang rupiah berbalik menguat lagi di sisa perdagangan hari ini. Tanda-tanda penguatan mulai terlihat di kurs rupiah di pasar non-deliverable forward (NDF) yang siang ini lebih kuat dibandingkan beberapa saat sebelum pembukaan perdagangan hari ini.

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kabar Gembira! PT KAI Sekarang Buka Pemesanan Tiket Kereta Api Untuk Libur Panjang

Read Next

Akhirnya Fitur Mute WhatsApp Selamanya Resmi Dirilis, Begini Caranya