Polri: Penyebab Kebakaran Gedung Kejagung Karena Percikan Api Rokok

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/10/2020). Penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung dilaporkan karena kelalaian.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo menyebut, penyebab kebakaran yang menghanguskan gedung tersebut lantaran percikan api rokok.

“Dari hasil penyelidikan dan penyidika bahwa penyebab kebakaran bukan karena hubungan arus pendek, tapi disebabkan karena bara, atau penyulutan api,” kata Sambo dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, sebelum terjadinya kebakaran, Gedung Kejaksaan Agung tengah direnovasi. Menurut dia, ada pekerja bangunan di lantai 6.

“Ada 5 tukang di lantai 6. Selain bekerja, mereka juga melakukan kegiatan yang tak boleh dilakukan. Mereka merokok di tempat bekerja,” kata Sambo.

Penyidik meyakini Gedung Kejaksaan Agung terbakar karena percikan api rokok setelah koordinasi dengan para ahli dari Universitas Indonesia. Apalagi, di lokasi titik awal api, yakni lantai 6 tersebut terdapat bahan yang mudah terbakar jika terkena percikan api rokok.

“Di tempat pekerjaan tersebut memiliki bahan terbakar, seperti tiner, lem aibon. Kesimpukan penyidikan penyebab awal kebakaran di lantai 6 karena kelalaian dari 5 tukang bekerja di aula,” katanya.

Sebelumnya, polisi menetapkan 8 orang sebagai tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung. Kedelapan orang itu ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara internal hari ini, Jumat (23/10/2020).

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangannya menyampaikan bahwa, penyidik memiliki bukti-bukti yang kuat untuk menetapkan kedelapan orang itu sebagai tersangka terkait kebakaran Kejaksaan Agung.

“Kita lakukan ilmiah untuk buktikan. Penyidik pun menetapkan 8 tersangka,” kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, 8 tersangka tersebut dikenakan Pasal 188 juncto Pasal 55 KUHP. Mereka diduga lalai sehingga menyebabkan kebakaran di Gedung Utama Kejaksaan Agung.

“Karena kalpaan, Pasal 188 juncto Pasal 55 dengan ancaman 5 tahun,” ujar Argo.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

WhatsApp Bakal Tarik Biaya Ke Pengguna Untuk Layanan Akun Bisnis

Read Next

Karangsambung-Karangbolong, Alternatif Destinasi Wisata Anda