Jelang Libur Panjang, Hindari Titik Rawan Kemacetan Berikut Ini

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/10/2020). Libur panjang akhir pekan pada akhir Oktober hampir tiba di depan mata.

Oleh karena itu, antisipasi kemacetan libur panjang akhir Oktober akibat cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, perlu dilakukan.

Dilansir dari media, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memetakan sejumlah titik yang kemungkinan rawan kemacetan.

Titik rawan kemacetan kemungkinan terjadi di Cawang, Kilometer 10 yang mengalami kenaikan elevated (Tol Jakarta-Cikampek), kemudian Cikarang Barat, termasuk juga di Cikarang Utama untuk wilayah Polda Metro Jaya.

Dalam keterangannya Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Jumat (23/102020) mengatakan bahwa tidak hanya ruas jalan, Polda Metro Jaya juga akan mengantisipasi macet di sejumlah titik rest area Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Tentu nanti termasuk rest area KM 19,” ujarnya.

Sementara untuk arus balik, Polda Metro Jaya juga memperkirakan akan terjadi kemacetan yang serupa.

“Pertemuan dari arah Bandung dan dari arah di KM 62, kemudian juga di rest area dan juga sebagainya, tentu akan diperkuat di sana,” tutur Sambodo.

Lebih lanjut, Dirlantas memperkirakan bahwa puncak arus mudik libur panjang akan terjadi pada Selasa malam, 27 Oktober 2020 hingga Rabu pagi, 28 Oktober 2020.

Sedangkan untuk puncak arus balik, diperkirakan akan terjadi pada Minggu, 1 November 2020.

“Tanggal 28, 29, 30, 31 (Oktober) hari Rabu hingga Minggu kita akan melaksanakan libur panjang minggu depan. Puncak arus mudik liburan kemungkinan Selasa malam hingga Rabu pagi. Kemudian arus baliknya hari Minggu sampai dengan Senin subuh,” katanya.

Mengantisipasi hal ini, Dirlantas akan menyediakan 15 pos pengamanan di sejumlah titik dan menyiapkan skenario penanganan arus lalu lintas libur panjang dengan contraflow maupun one way.

“Tentu saja ini akan dikoordinasikan dengan pihak Korlantas karena sangat terhubung dengan Polda Jabar untuk pengamanan di jalan tolnya termasuk juga skenario-skenario misalnya apabila penutupan elevated dan sebagainya tapi ini sifatnya situasional nanti kita lihat perkembangan situasi di lapangan,” ujarnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Akhirnya Fitur Mute WhatsApp Selamanya Resmi Dirilis, Begini Caranya

Read Next

Ini Dia Strategi Pulihkan Bisnis Sektor Properti