Ini Dia Strategi Pulihkan Bisnis Sektor Properti

Konfirmasitimes.com-Jakarta (23/10/2020). Memasuki penghujung tahun 2020 sektor properti mulai menunjukkan pemulihan.

Berdasarkan data dari Maybank Kim Eng Sekuritas, total marketing sales dari enam perusahaan properti kelas kakap sebesar Rp5,76 triliun pada kuartal III/2020.

Meskipun turun 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, secara kuartalan realisasi tersebut naik 63,17 persen.

Dalam keterangannya Suryo Atmanto, Direktur Utama PT Pollux Indonesia Tbk, di Jakarta, Jumat (23/10/2020) mengatakan bahwa pengembang properti nasional pun menghadirkan proyek berstandar internasional di tengah tantangan zaman pandemi.

“Jika propertinya bagus, pasti semakin banyak yang tertarik. Ini adalah hasil dari kerja keras teman-teman pengembang nasional yang senantiasa memperhatikan kualitas proyek yang dibangun,” katanya.

“Mulai dari standarisasi internasional, infrastruktur teknologi, sampai faktor keamanan dan kenyamanan pasti diperhatikan. Alhasil, investor dalam maupun luar negeri semakin melirik industri properti Indonesia,” ujar tambah dia.

Dia menambahkan pengembang nasional terus berupaya membantu berkontribusi dalam pembangunan properti.

PT Pollux Indonesia Tbk menghadirkan Meisterstardt dengan konsep yang mengedepankan kualitas hunian ramah lingkungan, menerapkan teknologi Integrated Vertical City dari Jerman yang merupakan usulan Presiden ke-3 BJ Habibie.

Suryo mengatakan ini dilakukan untuk turut mendorong investasi ramah lingkungan yang beberapa tahun terakhir sudah mulai digalakkan dalam sektor properti tingkat ASEAN.

“Superblok terintegrasi pertama di Batam ini menjadi proyek mixed-use dengan fasilitas yang dapat membantu kebutuhan masyarakat Indonesia maupun dunia. Salah satunya rumah sakit keinginan dari almarhumah Ibu Hasri Ainun Habibie yang rencananya akan dibuat setaraf dengan Mount Elizabeth Hospital Orchard yang ada di Singapura,” lanjutnya.

Sebagai informasi, pembangunan superblok Meisterstadt berdiri di atas luas lahan sebesar 9 hektar (ha).

Superblok terintegrasi pertama di Batam ini terdiri atas 11 gedung pencakar langit yang diantaranya delapan menara apartemen dengan total 6.500 unit, hotel, rumah sakit internasional, menara perkantoran, mall, pertokoan, dan kampus.

“Empat tower apartemen yang telah selesai dibangun dalam kurun waktu 24 bulan pada fase pertama ini laris seharga 30 juta per meter persegi. Dengan ini kita dapat melihat bahwa investor baik lokal maupun asing sudah semakin melirik dan mengakui kualitas dari industri properti Indonesia,” tutupnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Jelang Libur Panjang, Hindari Titik Rawan Kemacetan Berikut Ini

Read Next

WhatsApp Bakal Tarik Biaya Ke Pengguna Untuk Layanan Akun Bisnis