Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf, BEM SI Akan Turun Aksi Damai

Protes Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dari Berbagai Kalangan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/10/2020). Bertepatan dengan satu tahun kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin pada Selasa (20/10/2020), Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali berunjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja ke Istana Negara.

Koordinator Aliansi BEM SI, Remy Hastian dalam keterangannya menyampaikan bahwa pertemuan antara mahasiswa dengan Staf Khusus Milenial Presiden pada aksi sebelumnya tidak berarti apa-apa, mereka ngotot ingin bertemu langsung dengan Jokowi.

“Yang menemui massa aksi bukan orang yang kami harapkan. Staf Khusus Milenial bukan representatif dari Presiden Republik Indonesia. BEM SI akan turun aksi damai lagi tepat 1 tahun kerja Bapak Jokowi dan Bapak Ma’ruf Amin,” kata Remy, Sabtu (17/10/2020).

Remy menegaskan, tuntutan mereka masih sama yakni mendesak Jokowi membatalkan UU Cipta Kerja, melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undangan (Perppu) dan fokus mengendalikan pandemi Covid-19.

BEM SI juga mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat menolak UU Cipta Kerja.

“Juga mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi,” tegas Remy.

Meski begitu, Remy tetap meminta seluruh massa aksi untuk membekali diri dengan masker, face shield, hand sanitizer, dan obat-obatan pribadi, mengingat demonstrasi akan dilakukan saat pandemi Covid-19.

Sebagaimana diketahui, DPR RI dan pemerintah Indonesia telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi undang-undang dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan pada Senin (05/10/2020) lalu.

Keputusan tersebut disetujui oleh tujuh dari sembilan fraksi, mereka yang setuju antara lain PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, dan PPP. Sementara dua fraksi yang menolak adalah Demokrat dan PKS.

Pengesahan UU Cipta Kerja ini juga menuai reaksi keras dengan gelombang demonstrasi dari masyarakat sipil seperti mahasiswa, masyarakat adat, kelas pekerja, para guru, hingga tokoh agama.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Wacana Pengadaan Mobil Untuk Pimpinan KPK Tuai Kritikan

Read Next

Waspada Hujan Lebat Akibat Gelombang MJO Fase Awal La Nina