Kena Sanksi, KFC Senopati Ditutup

kfc

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/10/2020). Terkena sanksi dari Satpol PP Kota Jakarta Selatan, Restoran cepat saji KFC di kawasan Senopati, Kebayoran Baru, pada Minggu, 18 Oktober 2020 masih tutup.

Restoran tersebut ditutup sejak Sabtu (17/10/2020) malam.

“Tadi pagi saya lewat Senopati masih tutup,” kata Camat Kebayoran Baru Tommy Fudihartono, dalam keterangannya, Minggu (18/10/2020)

Ia mengatakan penutupan ini karena restoran tersebut melanggar aturan penerimaan pengunjung dan protokol kesehatan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Sebelumnya restoran tersebut disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan selama 1×24 jam pada Jumat (16/10/2020) pukul 21.00 WIB.

Sabtu (17/10/2020) malam, petugas Satpol PP Jakarta Selatan kembali mendatangi restoran tersebut dan kembali menyegel selama 1×24 jam.

“Iya ditutup lagi tadi malam, sama 1×24 jam,” kata Tommy.

Menurut Tommy, pelanggaran yang dilakukan KFC Senopati karena melebihi kapasitas pengunjung yang telah ditetapkan maksimal 50 persen.

“Mungkin karena kemarin Jumat hujan, jadi pengunjung berlama-lama di restoran, ada yang berteduh juga sampai penuh,” kata Tommy.

Selain itu, lanjut Tommy, KFC Senopati belum memenuhi standar protokol kesehatan. Pada saat dilakukan pengecekan oleh petugas tidak ada alat pengukur suhu tubuh pengunjung dan belum ada sarana cuci tangan di pintu depan restoran.

KFC Senopati, kata Tommy, baru dibuka untuk pertama kalinya pada Jumat (16/10/2020) itu.

Dia berharap, restoran tersebut dapat segera memperbaiki standar protokol kesehatannya usai diberi peringatan tegas.

Wilayah Kebayoran Baru terdapat banyak sentra kuliner, bahkan kata Tommy, setiap kelurahan terdapat tempat jajanan.

Meski aturan PSBB transisi sudah memperbolehkan pemilik usaha menerima pengunjung untuk makan di tempat, tetapi diatur dengan kapasitas 50 persen yang harus dipatuhi untuk mencegah penularan COVID-19.

Tommy menambahkan, pihaknya telah mengimbau pemilik usaha dan restoran untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 agar angka kasus di wilayah tersebut tidak naik lagi.

“Sudah diimbau berkali-kali, ada yang tertib, disiplin, ada juga yang masih melanggar. Kita ingatkan sanksi tetap berlaku sesuai Pergub 101 tahun 2020,” kata Tommy.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pemain Sinetron ‘Dari Jendela SMP’ Ditangkap karena Kasus Narkoba

Read Next

Mayat Ditemukan Tinggal Kerangka di Hutan Jember