Uniknya Masjid Jagabayan Cirebon

Masjid Jagabayan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/10/2020). Kota Cirebon memiliki banyak aset sejarah yang kuat, salah satunya yang bisa di kenang ada di Masjid Jagabayan, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kotamadya Cirebon.

Konon, di masjid yang terletak di Jalan Karanggetas No. 9 tersebut memiliki kisah masa lampau yang cukup berpengaruh di zamannya.

Kala itu, masjid Jagabayan pernah dijadikan sebagai pos penjagaan keamanan bagi Keraton Kanoman serta keraton lainnya di kota udang tersebut.

Seleksi orang dengan niat jahat

Perkembangan islam di Kota Cirebon yang tumbuh cepat, membuat para pendatang dari luar daerah berbondong-bondong mendalami islam di wilayah tersebut.

Termasuk orang-orang yang berniat jahat, baik secara fisik maupun di luar itu semua. Sesuai dengan namanya, yaitu Jagabayan = Jaga – Bahaya. Namun, untuk masuk ke Cirebon, orang-orang akan diarahkan menuju pos penjagaan di sini.

“Tapi dahulu, awalnya bangunan ini bukan masjid, melainkan pos penjagaan keamanan,” kata Faozan selaku pengurus masjid, dalam keterangannya kepada media.

Tempat Makam Ki Gede Banten

Di masjid yang tersebunyi di belakang kompleks pertokoan tersebut juga terdapat sebuah makam dari pengawal setia sang pendiri bangunan Pangeran Jagabayan, yaitu Ki Gede Banten.

Dahulu di awal abad ke-5, Pangeran Jagabayan yang merupakan utusan Pabu Siliwangi dari Kerajaan Pakuan-Pajajaran menetap di Kota Cirebon bersama pengawal setianya, yaitu Ki Gede Banten dan disebut mendirikan pos penjagaan ini.

Kemudian Pangeran Jagabayan bersama Ki Gede Banten juga turut berperan penting dalam pendirian kerajaan Cirebon. Ia meninggal sekitar 500 tahun lalu dan di makamkan di dekat area depan masjid Jagabayan.

Ada Sumur Unik

Di bagian dalam masjid juga ada sumur unik, di mana sumur tersebut tak pernah kering dan airnya tak bisa diambil menggunakan mesin hanya bisa menggunakan timba.

Jika dipaksakan menggunakan mesin, air yang keluar sangat sedikit bahkan tidak keluar sama sekali.

Pintu masuk ukuran kecil

Mengingat dahulu merupakan pos penjagaan, pintu masuk menuju masjid pun berukuran kecil, yaitu 8,3 sentimeter x 6 meter dengan luas tanah 63 m² dan luas bangunan sebesar 270 m².

Peresmian pos penjagaan menjadi sebuah masjid umum pun dilakukan Pemerintah Kota Cirebon di tahun 1972.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cerita Suka Duka Guru Sidorejo Berikan Pelajaran pada Siswa di Masa Pandemi

Read Next

Warga Serang Bisa CFD Mulai Pekan Depan