Menkeu: Lebih dari 40 % Masyarakat Tempati Pemukiman Kumuh

Ini 7 Poin Penyesuaian Pada RUU Bea Meterai yang Baru Saja Disetujui Pemerintah dan DPR

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/10/2020). Perbaikan ekonomi Indonesia terus dilakukan Pemerintah Indonesia, salah satunya pada sektor perumahan yang masih perlu dilakukan perbaikan.

Berdasarkan keterangan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, masyarakat Indonesia saat ini masih banyak menempati rumah kumuh ketimbang yang layak. Hal ini karena masih adanya ketimpangan sosial di masyarakat.

“Dari aspek kelayakan di mana 41,7% masyarakat atau rumah tangga menempati hunian yang hanya memiliki satu aspek kelayakan dan sebagian di antaranya bahkan menempati pemukiman yang kumuh,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (15/10/2020).

Menkeu mengatakan, sektor perumahan memiliki dampak sangat besar bagi perekonomian. Menurutnya, sektor perumahan merupakan salah satu sektor yang penting dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, serta memiliki efek berantai dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan.

“Pengeluaran rumah tangga dari sektor ini akan bisa menambahkan peningkatan PDB sebesar 0,6 hingga 1,4% bisa menyerap tenaga kerja di sektor perumahan sebanyak 4,23 juta orang. Artinya, setiap pembiayaan yang dilakukan pada sektor perumahan memiliki dampak yang sangat besar bagi perekonomian,” katanya.

Menurutnya, perumahan yang terkait properti berpotensi untuk menumbuhkan perekonomian pada sektor lainnya. Dari mulai perdagangan, selain mobil dan motor, jasa real estate, perdagangan mobil dan motor, dan pendidikan, serta juga dari sisi perkembangan jasa atau servis lainnya.

“Sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sektor perumahan akan ditingkatkan kontribusinya terhadap PDB kita dari 2,9% menjadi 4%,” tandasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

137 Domain Entitas Tak Berizin Telah Diblokir

Read Next

Bertambah, Ini Dia Daftar Titik Banjir di Jakarta